Monday, January 24, 2011

Bila anak sering dimarahi

BILA ANAK SERING DIMARAHI...
20-04-2009
”Bid…ayo mandi! Disuruh mandi saja kok malas amat!” bentak ibu Abid (7) seraya menyeret paksa anaknya yang sedang asyik bermain.
“Fatma…jangan dekati kompor itu! Bahaya, tahu!” Bentak ayah Fatma yang memergoki putrinya (2) sedang mengutak-atik kompor minyak. Ketika bocah kecil itu menangis mendengar
bentakan ayahnya, sang ayah malah kembali membentak, “Heh…diam!” Si kecil pun semakin ketakutan.
Membentak anak, sepertinya sudah menjadi kebiasaan sebagian orang tua. Saat melihat anak melakukan kesalahan, atau ketidakpatuhan, orang tua memang sering dibuat jengkel. Secara
refleks, karena emosi, orang tua sering bermaksud ‘menasihati’, tapi diucapkan dengan nada tinggi. Kebiasaan ini juga lebih sering dilakukan oleh orang tua yang temperamental.
Pertanyaannya, efektifkah menasihati anak dengan bentakan? Tentu tidak, sebab kalau anak terlalu sering dibentak, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang minder, tertutup, bahkan
pemberontak. Ia pun bisa menjadi temperamental dan meniru kebiasaan orang tuanya, suka membentak.
Dalam Nikah edisi Juni 2006 sudah dibahas cara menasihati anak secara efektif (Menegur Perilaku, Menghargai Pelaku). Pada edisi kali ini, akan dipaparkan beberapa akibat bila anak
terlalu sering menerima bentakan. Selain itu, akan dibahas pula bagaimana kiat menumbuhkan kepatuhan.
Salah Kaprah Orangtua
Seringkali orang tua baru bertindak ketika kesalahan telah dilakukan oleh anak. Bukan mencegah, mengarahkan, dan membimbing sebelum kesalahan terjadi.
Seharusnya orang tua mempertimbangkan tingkat perkembangan kejiwaan anak, sebelum membuat aturan. Jangan menyamakan anak dengan orang dewasa. Orang tua hendaknya
menyadari bahwa dunia anak jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, ketika menetapkan apakah perilaku anak dinilai salah atau benar, patuh atau melanggar, jangan pernah
menggunakan tolok ukur orang dewasa.
Harus diakui, orang tua yang habis kesabarannya sering membentak dengan kata-kata yang keras bila anak-anak menumpahkan susu di lantai, terlambat mandi, mengotori dinding
dengan kaki, atau membanting pintu. Sikap orang tua tersebut seperti polisi menghadapi penjahat. Sebaliknya, orang tua sering lupa untuk memberikan perhatian positif ketika anak
mandi tepat waktu, menghabiskan susu dan makanannya, serta memberesi mainannya. Padahal seharusnya, antara perhatian positif dengan perhatian negatif harus seimbang.
Pengaruh Terhadap Anak
Anak-anak yang sering diberi perhatian negatif, apalagi dengan teguran keras atau bentakan, akan mudah tertekan jiwanya. Kemungkinan ia bisa berkembang menjadi anak yang:
- Minder
Bila anak selalu dicela dan dibentak, dan tak pernah menerima perhatian positif saat ia melakukan kebaikan, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri atau minder.
Akan tertanam dalam jiwanya bahwa ia hanyalah anak yang selalu melakukan kesalahan, tidak pernah bisa berbuat kebaikan atau menyenangkan orang lain. Akibatnya, ia sering raguragu
atau tidak percaya diri untuk melakukan atau mencoba sesuatu karena takut salah. Misalnya, ia jadi tidak pede untuk mengaji atau membaca Al-Quran, gara-gara orang tuanya selalu
membentaknya bila mendengar bacaannya salah.
- Cuek/ tidak peduli
Anak yang selalu dibentak juga bisa berkembang menjadi anak yang cuek dan tidak peduli. Akibat sudah terlalu sering menerima bentakan, ia malah jadi apatis, tidak peduli. Ia pun
sering mengabaikan nasihat orang tuanya. Mungkin saat dibentak atau dimarahi ia terlihat diam mendengarkan, tapi sesungguhnya kata-kata orang tuanya hanya dia anggap angin lalu.
Masuk ke telinga kanan lalu keluar lewat telinga kiri.
- Tertutup
Orang tua yang temperamental dan suka membentak, tentu akan menakutkan bagi anak. Ya, anak menjadi takut pada orang tuanya sendiri, sehingga ia tumbuh menjadi pribadi yang
tertutup. Ia tak pernah mau berbagi cerita dengan orang tuanya. Buat apa berbagi kalau nanti ujung-ujungnya ia akan disalahkan? Dengan demikian, komunikasi antara orang tua dan
anak tidak bisa berjalan lancar. Hal ini tentu berbahaya, karena bila menghadapi masalah dan hanya disimpan sendiri, jiwa anak bisa sangat tertekan.
- Pemberontak/ penentang
Anak yang bersikap menentang bisa digolongkan dalam 3 tipe.
Pertama, tipe penentang aktif. Mereka menjadi anak yang keras kepala, suka membantah dan membangkang apa saja kehendak orang tua. Mereka marah karena merasa tidak dihargai
oleh orang tua. Untuk melawan jelas tak bisa, karena ia hanya seorang anak kecil. Maka ia pun berusaha menyakiti hati orang tuanya. Ia akan senang bila melihat orang tuanya jengkel
dan marah karena ulahnya. Semakin bertambah emosi orang tua, semakin senanglah ia.
Kedua, tipe penentang dengan cara halus. Anak-anak ini jika diperintah memilih sikap diam, tapi tidak juga memenuhi perintah. Sebagaimana Abid yang disuruh mandi oleh ibunya, tapi
tak juga mau beranjak dari tempatnya bermain. Saat ia ditinggalkan sendiri di kamar mandi pun, ia tidak segera mandi, malah bermain air atau kapal-kapalan.
Ketiga, tipe selalu terlambat. Anak seperti ini baru mengerjakan suatu perintah setelah terlebih dahulu melihat orang tuanya jengkel, marah, dan mengomel atau membentak-bentak
karena kemalasannya. Misalnya Angga yang belum mau beranjak dari tempat tidurnya bila belum dibentak atau diomeli ibunya.
- Pemarah, temperamental dan suka membentak
Anak sering meniru sikap orang tuanya. Bila orang tua suka marah atau ‘main bentak’ karena sebab-sebab sepele, maka anak pun bisa berbuat hal yang sama. Jangan heran bila anak
yang diperlakukan demikian, akan berlaku seperti itu terhadap adiknya atau teman-temannya.
Bagaimana Menumbuhkan Kepatuhan
Setelah jelas bila bentakan tidak efektif untuk menumbuhkan kepatuhan, bahkan berpengaruh negatif bagi kepribadian anak, lalu bagaimanakah cara yang baik untuk menumbuhkan
kepatuhan?
- Beri penjelasan pada anak
Jelaskan pada anak dengan bahasa yang ia mengerti, mengapa suatu hal diperintahkan dan hal lain dilarang. Jangan sekali-sekali memberi keterangan dusta dalam hal ini.
- Perintahkan sebatas kemampuannya
Perintah di luar kesanggupan dan kemampuan anak justru bisa menyebabkan krisis syaraf (neurotic) dan buruk perangai. Ada pepatah mengatakan, “Jika engkau ingin ditaati, maka
perintahkanlah apa yang dapat dipenuhi.” Sebaiknya perintah itu dibagi-bagi dan tuntutan pelaksanaannya pun bertahap.
Untuk mengetahui sampai di mana batas kemampuan anak sesuai perkembangan usianya, diperlukan pengetahuan tersendiri. Sebaiknya orang tua memahami perkembangan anak ini.
- Tidak berdusta atau menakut-nakuti
Kadang orang tua mengatakan akan membelikan ini atau itu jika anak mematuhi perintahnya, tapi ternyata setelah anak patuh, orang tua tidak menepati janjinya. Itu berarti orang tua
berdusta, dan bisa jadi anak tidak akan percaya lagi pada orang tuanya. Kedustaan seperti ini harus dihindari.
Selain itu, orang tua juga sering menakut-nakuti anak dengan sesuatu yang seharusnya berguna baginya. Itu dilakukan karena ingin anaknya segera memenuhi perintah mereka. Misalnya
menakut-nakuti anak dengan dokter, suntikan dan sebagainya. Ketakutan anak pada hal-hal tersebut bisa terbawa hingga ia dewasa.
- Jangan bertentangan dengan naluri anak
Gharizah atau naluri adalah kekuatan terpendam dalam diri manusia yang mendorongnya untuk melakukan beberapa pekerjaan tanpa berlatih terlebih dahulu.
Janganlah orang tua melarang anak bermain, atau membongkar dan memasang sesuatu. Jangan pula melanggar kebiasaan anak kalau tidak ingin mereka menggunakan jerit tangis sebagai
senjatanya.
Lebih baik gharizah itu diarahkan sedemikian rupa sehingga anak bisa mengatur dirinya sendiri. Misalkan diberi perintah, “TPA nanti mulai ba’da asar lho, sekarang kan udah setengah
tiga. Adik udah aja ya mainnya, dilanjutin besok aja, sekarang mandi dulu, kan udah mau adzan…”.
Ungkapan itu tidak melarang anak bermain, dan tidak melanggar kebiasaan mereka bermain di tengah hari. Pemberian ‘masa terbatas’ ini dimaksudkan agar anak bisa mengatur jadwal
kegiatannya sendiri, dan akan sangat menolong untuk melatih anak disiplin waktu. Selain itu mereka merasa dianggap mampu untuk mengatur dirinya sendiri tanpa harus didikte begini
dan begitu. (Oel)
News
Bahan Teknik Presentasi
23-04-2009
BILA ANAK SERING DIMARAHI...
20-04-2009
Archive

Tuesday, January 18, 2011

Nadira si Manjaku

Duuhh Nadira..................susah banget sih tidurnya nak. Kalo mama bangun, pasti Nadira ikutan bangun. Gimana caranya ya biar dira bisa tidur nyenyak. Kadang Mama mau sholat malam, jadi ga bisa karena Nadira treak2 takut sampai ngebangunin Uda Mufid. hehh anakku.

Mufid ke rumah temennya

Hari ini untuk yang kedua kalinya Mufid pengen ikut ke rumah temennya pas jam makan siang. Sebenarnya ini hal yang biasa di sekolah Mufid. Setiap jam 12 semua anak2 pulang ke rumah untuk makan siang sampai jam 1 balik lagi. Dan banyak teman2 Mufid yang pengen lunch di rumah temannya, sekalian bermain bersama. Mufid pun pengen seperti teman2nya. Tapi aku dan suami sering tidak mengijinkan Mufid untuk ke rumah temennya. Alasannya sangatlah kuat, takut nanti Mufid disana makan daging-daging yang pasti ga halal. Bukan cuman daging, tapi juga kue dan roti2 yang ga halal.

Kadang kala kepikir, kasian Mufid, dia pengen akrab ama teman2nya, tapi kita selalu membatasinya. Hari ini aku ijinkan Mufid ke rumah Sam, setelah sebulan yang lalu Mufid pun ikut ke rumah Merit. Tapi dengan pesan yang sangat panjang ke orang tua Sam, kalo Mufid ga boleh makan daging, yang boleh cuman Roti+coklat. Hanya itu..................duuh kasian Mufid. tapi dia pengen banget ke rumah Sam, dah beberapa kali dia minta ijin tapi ga berhasil. Ya Allah, lindungilah anakku disana, jangan sampai dia makan sesuatu yang ga halal, amiin!

Friday, January 14, 2011

Pindah ke Belanda

Tgl 19 September kita nyampe di Schipol Airport. Terus kita naik taxi ke Papendrecht, rumah kt yang baru tempat kita memulai hidup baru. Rumahnya cukup untuk kita b4. Ada 3 kamar di atas dan dibawah ada ruang keluarga, dapur yang lumayan gede dan ada halaman belakang yang bisa tempat Fid main sepeda juga.

Pertama nyampe di Papendrecht, rasanya sepiiii...........jauh dari keramain, tenang ga kayak hidup ktia sebelumnay di KL ditengah kotanya. Didepan rumah kt ada playground, tempat Mufid bisa main pasir2an, ada perosotan juga. Bagus deh lingkungannya dan banyak anak-anak seumuran ama mufid juga. 3 minggu setelah itu kt antar Mufid ke sekolah terdekat dari rumah, namanya T'Kofchip. Bagus juga sekolahnya dan fasilitasnya bagus, ruangan belajarnya bagus, lengkap banget permainannya, ada bibliotheek/library juga, ada ruangan komputer juga. Mufid senang sekali di sekolahnya.

Mufid sekolah tiap hari dari senen sampai Jumat. Setiap hari Mufid masuk jam 8.30 pagi, dan jam 12 pulang ke rumah untuk makan siang, jam 1.15 sekolah lagi sampai jam 15.15. Setiap hari Mufid belajar dan bermain dalam bahasa belanda. 2 bulan pertama, kasian Mufid, dia merasa kesepian, ga punya teman. Karena teman2nya ga paham apa yang dia bilang, cuman Teachernya aja yang ngerti Mufid ngomong apa. ALhamdulillah, Mufid bisa berbahasa English, so bisa komunikasi dengan teachernya/Juf in Dutch. Teachernya Mufid namanya Mariska, so Mufid call Juvrouw Mariska, means guru perempuan.

Sekarang Mufid dah mulai bisa ngomong belanda, bahkan suka ngajarin mama papa di rumah. Mufid mulai senang di sekolahnya, mulai punya teman. Bahkan Mufid punya teman yang paling akrab, namanya Guesje. Anaknya cantik, tinggal di dekat rumah kita dan dia sering main ke rumah kita. Nih photo Mufid ama Guesje.



4 bulan sudah kita tingaal disini................semuanya berjalan dengan lancar. Entah sampai kapan kita bisa bertahan hidup disini, karena sepertinya kerjaan Papa di kantor ga selancar yg dibayangkan. Semoga Allah beri yang terbaik untuk keluarga ku, amiinn

Nadira Amalina Asradya

Nadira means = valuable/ yang berharga
Amalina = Anak Malaysia Indonesia
Asradya = Anak Sri Rahma Dewi Yopi Arfiandi

September 2009 kita merencanakan mau ngasih adek buat Mufid. Alhamdulillah, Maret dikasih Allah kepercayaan untuk hamil lagi. Selama hamil Nadira terasa berat banget karena sambil kuliah. Tapi walaupun hamil, kuliah tak terganggu sama sekali, bahkan rasanya punya kekuatan lebih dan kemampuan lebih rasanya. Terbukti dengan banyaknya nilai2 yang keluar yang sangat memuaskan rasanya. Teman2 sampai pada bilang pengen hamil juga biar bisa dapat nilai bagus-bagus kayak Dewi hahahhaa.....

Pertamanya aku kontrol kehamilan di RS Ampang Putri tapi setelah dipikir2 lagi, karena pengen lahiran normal, kita memutuskan lahiran di Price Court Medical centre saja, karean jaraknya dekat dari Kondo kita "The Forum". Alhamdulillah dapat dokter yang baik, cantik dan sangat memuaskan servicenya, Dr Seri Suniza. Dokter dah wanti-wanti kalau sampai 40 minggu belum ada kontraksi, aku harus masuk RS tgl 9 Des 2009 dan mau di induksi. Tapi karena pengen ngelahiran senormal2nya, akhirnya kita tunggu sampai 40 minggu satu hari. Tapi Nadira tetep aja dengan anteungnya di dalam perut. Akhirnya 10 Dec kita datang ke RS. Jam 6 sore di induksi, sampai jam 8 malam baruuu bukaan 1. Tapi mulesnya dah ga kuat. Akhirnya jam 9 bukaan dua, ini sakitnya dah ga tahan. Akhrinya Nenek, kakek dan Fid disuruh pulang, biar ga liat mamanya kesakitan. kasian, apalagi Kakek Nenek, ntar tensinya naik lagi mikirin anak nya kesakitan.

Dari Awal dah ditawarin Epidural ama suster dan dokternya, tapi akunya ga mau, pengen banget ngerasain sakitnya ngelahirin normal. Tnyata pas bukaan 5 sakitnya dah ga ketahan lagi. Minta pethidine namanya, semacam morfin yang bikin fly, katanya sih bisa ngurangin sakit. Ya udah, akhirnya disuntikkin pethidine. Tapi ini malahan ga nolong, malahan nambah masalah. Sakitnya tetep kerasa, ditambah lagi ngantuuukkkkk dibuatnya. Duuhh ya Allah, tnyata begini rasanya orang lahiran normal. Sembari berzikir, ku serahkan semuanya kepada Allah. Pas bukaan 7 detak jantung Nadira dah mulai lemah. Degggg jantung berdetak kuat, aku ga rela kehilangan anakku. Akhirnya aku mau di epidural, karena kalaupun berlanjut ke meja operasi lagi, epidural tetap akan dipasang. Setelah di pasang epidural, aku ga negrasin sakit apa2 lagi, cuman serasa ada yang muter2 di perut dan suster dengan enaknya ngobok2 ke dalam biar bukaannya jadi besar.

Setelah bukaan 9, epidural distop dan begitu bukaan 10 langsung disuruh ngedan. Alhamdulillah, setelah dicoba 4 kali ngedan, akhirnya kepala nadira keluar. Benar kata dokter, kepalanya gede dan rambutnya banyak. Alhamdulillah ya Allah, semuanya bisa kulewati. Tetapi jantung berdetak kencang lagi, setelah ngeliat Nadira ga nangis, dia pules tertidur, sampai2 di masukkin selang ke hidungnya, baru dia nangis, itupun kecil bgt suaranya. Aku nangis, kenapa anakku. Tnyata dokter bilang itu biasa, efek dari Pethidine tadi, jadi dia masih fly.

Setelah NAdira bersih dan di azan/qamat ama Papa, Nadira di susuin...............ya Allah, sungguh indah rahmat yang engkau berikan kepadaku. Nadira lahir dengan berat 3.18 kg dan panjang 48. Pendek bgt yaa, tapi gpp kata dokter berat dan panjang lahir itu ga bisa jadi patokan untuk dia tumbuh besar nantinya. Tapi berat setelah 6 minggu, itulah sebenarnya berat dia yang sesuai dengan gen orang tuanya.

Tuesday, January 11, 2011

Muhammad Mufid Tabrani Asradya

Muhammad = Sama dengan nama Nabi kita Muhammad SAW
Mufid = Orang yang bermanfaat, smoga Mufid bermanfaat bagi orang semuanya.
Tabrani = Tangerang Bandung Kisaran Bukittinggi. Maksudnya ini perjalanan cinta Mama Papanya Mufid, karena mufid lahir pas hari jadian pacaran Mama Papa hahaha.........Tangerang tempat kita tinggal setelah Married, Bandung tempat kita pacaran, Kisaran tempat besarnya Papa Mufid dan Bukittinggi tempat Mamanya Mufid besar.
Asradya = Anak Sri Rahma Dewi Yopi Arfiandi.
Mufid lahir tgl 18 March 2006 bertepatan dengan 6 tahun kita jadian pacaran hahhaaa..............ada-ada aja. Yaahh itulah Mufid, Mufid lahir dengan bantuan operasi caesar karena posisi Mufid sungsang. Dah susaaahh nungging2 tiap hari supaya mufid bisa muter ke bawah, tapi teteep aja dia keukeuh duduk di dalam perut. Tapi yaahh gpp, mungkin begitulah dia maunya, maunya lahir dibukain pintunya hahaa. Sebelum lahir kita sebut Mufid si Imut atau cimut. Eehh pas lahir ternyata emang imut, cuman 2,77 kg dan panjangnya cuman 49 cm. Kepala Mufid jelek bgt pas lahir, sedih liatnya, karena kejepit di tulang iga pas di perut. Sampai2 pas lahiran, dokter sampai nekan2 di daerah igaku supaya Mufid bisa dikeluarin, dan satu lagi Mufid kelilit tali pusar. Komplit sudah deh penderitaan Mufid, makanya dia ga bisa muter ke bwh. Padahal dan USG 4D di YPK Jakarta ga keliatan kalo dia kelilit tali pusar. Tapi gpp, karena caesar jadinya kt bisa milih hari dan jam yang kita inginkan bertepatan dengan hari jadi kita :-)

Mufid lahir jam 6.10 pagi hari Sabtu di rumah sakit Graha medika Siloam Jakarta barat kebun jeruk. Ga seperti yang dibayangkan, tnyata caesar itu ga sakit kok, Pagi abis operasi, sorenya dah disuruh belajar miring kiri kanan dan malamnya disuruh duduk dan jalan. Paginya dah disuruh jalan sendiri dan mandi pagi sendiri. Hebaadhhh, kayak ga terjadi apa2 aja. Satu yang paling menyedihkan pas ngelahirin Mufid, suami dan keluarga ga boleh masuk ke ruangan kecuali jam bezuk. Stupid rules :-( Alasannya ke sterilan, emang suster2 disana steril2 apa? heraann...................

Jumat malam tgl 17 Maret 2006 aku dan suami pergi ke Rumah sakit berdua aja. Begitu daftar dan milih kamar, di bilang ama suster tentang peraturan stupid itu. Terpaksa suami malam itu tidur di luar, sofa luar, dan coba bayangkan disaat besok kita akan caesar lagi butuh2nya suami untuk menenangkan pikiran, malahan suami disuruh keluar. What a stupid things..................... Jadinya semalaman ga bisa tidur, stress, takut ngadapin besok paginya.

Besok paginya suami mengendap2 masuk ke kamar, ngajak sholat subuh dulu. mumpung suster masih sepi. akhrinya kt sholat subuh berjamaah ke mushola. Sampai2 susternya bingung nyariin karena janji ama dokter mau di operasi jam 5.30 pagi sedangkan yang mau dioperasi ga ada di kamar. Begitu selesai sholat, kita jalan nyantai ke kamar, begitu nyampe kamar langsung suster nyuruh ganti baju ama baju operasi dan siap di dorong ke kamar operasi. sekali lagi, suami ga boleh masuk ke kamar operasi................sediiiihhhh bgt.

Jam 6.10 terdengar suara Mufid. tapi kok tangisnya dikit aja, ga nyaring. Deengggg................mulai berpikir aneh2, ada apa dengan anakku. Mufid langsung dibawa oleh DSA, Dr victor tanpa diliatin ke aku. Yang aku dengar cuman orang sibuk entah kenapa, Ya Allah selamatkan anakku. satu jam setelah itu, aku di dorong ke kamar, dan ketemu suami tercinta...................langsung nanya Mufid, katanya Mufid gpp, lagi di inkubator karena lahir caesar. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.

Jam 8 malam barulah Mufid di bawa ke ruangan ku. gembira banget liat anakku sayang. Keciillll, bibirnya merah dan kepalanya bersegi2..............hahahaa...........Sejak saat itu, aku berubah menjadi Mama. My life is completely happy........

Cologne/ Koln

8 Januari, 2011...................rencana sudah matang mau jalan2 ke Cologne. Tapi entah kenapa pagi sebelum pergi banyak hal yang terjadi, mulai dari GPS yang pecah LCDnya terus ada berita juga salah satu teman kt di Rotterdam meninggal setelah seminggu koma gara2 asthma. Haaahh..............sampai kita berpikir apa emang kita ga boleh pergi ke Cologne sama Allah, karena emang hati sudah berat sebelum berangkat ke berhubung banyak dapat berita kalo bawa mobil ke German banyak peraturannya. Diantaranya : harus pake winterban, harus ada umwelt plakken (tanda uji emisi kendaraan) sedangkan Roody (mobil kita) ga pake.

Akhirnya kita harus beli GPS baru, tapi ternyata GPS baru pun harus di charge dulu di laptop karena ga nyala kalo langsung di charge di Roddy, akhirnya kita pulang lagi. NUnggu sampai GPS nyala, akhirnya jam 14.00 GPS nyala. Sebenernya dah ga semangat lagi pergi, dah mikir macam2 aja, apa ini pertanda sesuatu akan terjadi. Tapi si Papa tetap semangat, sampai keluar khotbah ustadnya " Kalo mau tabrakan, berarti disitulah ajal kita, jadi kalo pergi ga pergi tetep aja jam segitu kita akan mati, serahkan aja ke Allah". Haahh dengan berat hati akhirnya kita pergi ke German, dengan perasaan deg deg an.

Jarak Papendercht- COlogne sekita 250 km. Kira2 125 km sampai daerah perbatasan Netherland dan German. Selama menuju 125 km hati senang, karena masih di Netherland, ga akan dikejar polisi gara2 winterban. BEgitu sampai di Venlo, kota paling ujung Netherland menuju COlogne, terlihat ada sign German. Haaahhh..................mulai jantung berdetak sangat kencang. Mata awas kiri kanan, depan belakang, takut kalo2 ada polisi yang ngejar, karena kabarnya polisi bakalan stand by di highway (autobahn) untuk ngejar mobil yang ga pake winterban. Tapi si Papa kayaknya nyantai banget, sampai berani nyobain nyetir 170km/jam. Karena di German ga ada speed limitnya. BEgitu ada sign, Cologne/Koln hati mulai dag dig dug der lagi, karena hotel tempat kita menginap berada di daerah centrum yang mengharuskan setiap mobil yang memasuki area tsb menggunakan stiker unwelt tsb.

Puji Syukur lagi, sampai di hotel, polisi (polizie) ga sempat liat Roody, begitu parkir di hotel haaahh.......tenaaanggnyaa hati ini. Apalgi liat hotelnya yang bagus, nyaman di dalamnya.Dan resepsionisnya baik bangeeet, njelasin semua publictransport yang bisa kita naikkin, jurusan apa, dan tarifnya. Thanks Miss............. kesan pertama mengenai orang German, agak memudar :-) selama ini mbayangin German itu yaaahh kejam2 dan arogan kayak Hitler gitu hehehhe....

Kita langsung umpetin Roody, biar kalo ada polizie gerilya, Roody ga keliatan. Makan, sholat dan bersih2 bentar, terus langsung jalan2 ke Cathedral Dom. Kita ke sana naik Train (anehnya orang sana bilang train = Tram). Karena jalan dari hotel ke Tain station udah rada gelap dan ada renovasi, akhirnya nanya lagi ke orang yang lewat. Org tsbt njelasin sebaik2nya, dan ramah juga. Kesan kedua orang German, masih baik :-)
. AKhrinya nyampe di train station, ga jauh, cuman 200 km an dari hotel.