Wednesday, July 1, 2015

Haadiy Saad Asradya Part 2

02022015....11:08 waktu AbuDhabi, akhirnya kita dipertemukan Allah melalui caesarian. 38 weeks 5 days kita kemana mana berdua, ngobrol berdua, kadang kau respon pertanyaan mama dengan tendangan....hmm menakjubkan memang. 

Defiya....wajahnya lucu banget. Beratnya 3.20 panjang 48 cm, hidungnya mancung dan gede, matanya kecil ga kayak Mufid dan Dira yg bermata gede, dagunya runcing, rambutnya lebat dimana mana, suaranya sangat sangat keras dan nyaring. Sewaktu baru lahir langsung terdengar suaranya memenuhi ruangan operasi, sampai dokter Hiam, dokter obsgyn senyum senyum mendengar tangis Defiya, saking kerasnya. Tidak berapa lama setelah lahir, dia dibersihin suster dan langsung dipasangin baju yg sebelumnya diminta nursenya ke kita. Setelah itu Defiya didekatkan ke mama, Ya Allah....terima kasih atas nikmatMu, amanahMu kepadaku, dia begitu sempurna. defiya langsung aku peluk sampai dibawa ke ruangan pasca operasi. 


Sesampai di ruangan ini, Defiya langsung nyusu sama mama. Isapannya begitu kuat dan motoriknya pun bagus, nursenya bilang afgar nya 9/10. Kita diruangan ini selama sejam sampai kaki mama berasa dan bisa digerakkan. Di ruangan ini juga mama dikasih penghangat karena kedinginan keluar dr ruangan operasi. Begitu kaki bisa digerakkan, mama dan Defiya didorong ke kamar, defiya mama peluk erat disamping mama. 

Begitu sampai diluar, kok Papa ga ada????....sedihnya abis lahiran ga ada yg nungguin😔 tnyata papa pergi jemput uni Nadira ke sekolah. Akhirnya sesampai di kamar kita berdua aja, Defiya bisa menyusu puas dengan mama, senangnya.....akhirnya jam 3 an baru papa dtg ke kamar setelah ditelpon nurse ngasih tahu kalau mama dah dikamar.

Senangnya liat Mufid dan Dira excited bgt liat Defiya. Dira photo photo Defiya terus. Sampai malam tiba jam 9 malam nursenya nanya ke mama apakah mama sudah kentut? Mama jawab belum....akhirnya nursenya ngajak mama belajar jalan ke toilet. Sakit yg tak terkira untuk mencoba duduk dan jalan, harus dilewati. Jam 10 mama selesai belajar jalan, tapi kenapa sakit bangeettt.....

Cerita teman teman disini, lahiran caesar disini memang sakit banget karena pain killernya cuma paracetamol cair yg dimasukkan kedalam infus.

Paginya dokter Hiam datang dan nanya apa sudah pup atau kentut? Siangnya Tania, NeinA, Endah, teh tini, mbak diah Ali, datang melihat Defiya. Sakiit sekali rasanya perut untuk memaksa duduk dan perut makin besar seperti masih hamil. 

Malamnya aku ga bisa lagi tidur, sakitnya benar benar aneh, sampai kepikiran apa plasentaku belum keluar ya? Kenapa aneh rasa sakitnya. Sakitnya bukan dijahitan tetapi di perut bagian atasnya. Rasanya seperti kontraksi mau melahirkan, ya Allaaahhh. Nurse yg masuk ke ruangan selalu bilang ya iyalah sakiitt....namanya juga abis caesar. Malahan ada nurse yg bilang kalo saya ga mau gerak makanya ga kentut, malahan dia bilang kalo ga kentut juga, besok kamis dah harus pulang gimana caranya. 

Aku ga bisa tidur, dicoba dipaksa jalan jalan tapi sakitnya benar benar ga kuat, sampai aku ga tidur sama sekali, bentar bentar panggil nurse dan minta painkiller. Sampai pagi aku ga tidur sama sekali, akhirnya jam 5 pagi nurse suntikin painkiller di paha yg bikin fly dan tertidur pulas sampai jam 8 pagi karena dengar Papa heboh nyiapin Mufid dan Dira ke sekolah. 

Kira kira jam 9 pagi Dr Iram, obsgyn datang ke kamar. Dia tanya bagaimana kabar? Begitu dia pegang perutku, dia kaget kenapa perutku besar dan keras. Dan kenapa aku menjerit sakit sewaktu dia pegang perutku. Segera dia telpon Dr Hiam dan dr Hiam minta aku segera dtg ke kliniknya. Aku dah ga kuat jalan, Rem...the pinoy nurse mendorongku dgn kursi roda menuju ruangan Dr Hiam. dr Hiam kaget liat di UsG ternyata usus besar /bowel ku membesar dan melayang layang. dr hiam mencoba diskusi dengan Dr Kuntari. Dr kuntari have no idea akhirnya aku didorong ke ruangan USG khusus dan disana dinyatakan kalau usus besarku mati. Abdomen ku penuh dengan gas dan cairan karena usus besar yg bertugas menyerap cairan dan gas tidak bekerja sehingga cairan dan gas memenuhi ruangan perutku. Diruang usg inilah dokter Hiam curhat kalau dia dah capek jadi obsgyn, dia pengen hidup tenang tanpa ada stress seperti skrg ini. Dia ingin dirumah bermain dengan cucu cucunya. 

Setelah selesai usg, Aku didorong lagi ke kamar sementara dokter Hiam diskusi dengan dokter dokter yg lain. Semakin sore sakitnya semakin memburuk dan perutku bertambah besar. Byk teman teman yg datang sore hingga malam ini seperti Fenny, hartati, aulia, ochie, fitria, rina dan byk lagi teman teman technip.

Makin malam makin sakit dan akhirnya jam 8 mlm masuk lah dokter hiam beserta dokter dokter lainnya seperti dr mathew prof surgery, dokter gastro, dokter obsgyn 3 org, semuanya sepakat kalau malam itu aku akan dioperasi lagi, bekas caesarnya dibuka. Dicek kembali apakah bersih atau belum dan dilakukan pembelahan vertical satu lagi untuk melihat keadaan usus besarnya. Ya Allah, ga kbayang kalau sampai kayak begini. Kita membayangkan kamis nanti dah bisa pulang ke rumah dengan Defiya dan mama yg sehat. Aku disuruh segera ganti baju operasi, dipasang kateter dan dikasih obat untuk pupup. Alhmdulillah aku bisa BAB dan kentut tetapi sakitnya ga berkurang. Aku berharap dengan keluar BAB masalah solve ternyata belum juga. Tiba tiba Pof Iyad Hassan, seorang ahli surgery lulusan jerman masuk ke ruangan ku dan bilang ga perlu di operasi karena bisa di treatment dulu dgn obat obatan. Malam itu juga datang nurse dr ICU untuk masang NGT, tube yg di pasang dari hidung sampai ke lambung yang tujuannya ngeluarin gas. Ya Allah benar benar ga enak rasanya sewaktu dipasang NGT ini. Setlah itu aku didorong ke ICU karena obat obat yg dimasukkan ke dalam infus mempengaruhi kerja jantung dan paru jadi harus selalu di monitor. Sedihnya harus berpisah dengan Defiya yg sedang menangis kehausan, akhirnya dengan terpaksa Defiya harus minum susu formula Aptamil, minta ke nurse. 

Akhirnya rabu malam ini 4 feb, aku harus tidur di ICU. Ruangan ICU penuh dengan peralatan utk monitor jantung dan tensi yg dibubgkan ke dadaku. ICU.....nursenya selalu sigap dan cepat menangani segala keluhan. Kalau sakit selalu dapat painkiller yg bagus. Aku harus selalu memakai oksigen karena menurut dokter paru paruku ga kuat untuk memenuhi kebutuhan oksigen ke seluruh tubuhku. Malam pertama di ICU aku ga bisa tidur karena heboh dengan suara suara mensin jantung, teriakan pasien sebelah yg kesakitan dan bunyi bel pasien pasien yg memanggil nurse nya. Haahhh.....serasa di penjara😭😭😭

Malam ini juga aku segera di treatment dengan berbagai macam obat yg masuk melalui pembulu darah. Tangan ku di suntik hampir disemua tempat karena satu pembuluh darah sudah stuck untuk mengalirkan obat dicari pembulu darah lainnya. Belum lagi tiap pagi darahku di ambil untuk di periksa di lab. 

Kamis tgl 5 February aku dibawa ke CT scan. Aku didorong ke ruangan CT scan. Ruangannya besar dan bersih, putih dan dingin. Aku dah ga bisa bergerak lagi karena perutku yang sakit dan besar. Begitu masuk ke ruangan CT scan, aku disuruh pindah dr tempat tidur ICU ke tempat tidur CT scan. Sudah pasti aku ga bs pindah sehingga aku diangkat rame rame beserta sprei nya ke tempat tdr tersebut, ya Allah sakitnya badanku😭😭😭 

Kemudian obat contrast untuk CT Scan harus dimasukkan lewat anal dan lewat pembuluh darah. Haah benar benar ga nyaman rasanya. Obat contrast dari pembuluh darah membuat rasa panas di sekujur tubuh kita, kemudian aku didorong masuk ke alat CT Scannya dan di suruh bernafas dalam dan lepas.

Selesai CT scan dokter segera memberi tahu hasilnya. Kandung kemih kemungkinan bocor, ada cairan diluar usus yg harus diperiksa apakah cairan itu air seni atau BAB atau darah bekas operasi atau apa? 

Jumat 6 Feb, aku didorong lagi ke bagian X ray, untuk di cek kemungkinan mana yg paling benar. Setelah di cek kandung kemih menurut Dr Evelyn....kandung kemihku bocor. Dr Hiam langusng memberi tahu bahwa kita harus segra operasi untuk menutupi lobang kandung kemih. Ya Allaaahh....akhirnya operasi juga😭😭😭 tetapi ga lama setelah itu datang seorang dokter yg memastikan kl kandung kemih ku ga bocor, bagus semuanya. Alhamdulillaah....... 

Kemudian dr evelyn mengambil sampel cairan yg terdapat di dekat usus ku. Dan dibawa ke lab dan hasilnya ternyata cairan bekas operasi yg kata Dr Iyad itu normal. Sejak hari ini aku mulai BAB terus dan kentut terus......aku berpikiran ususku dah bekerja kembali. Setiap saat sering ku dengar bunyi usus bekerja dan gerakannya, tetapi kenapa BAB terus? Sampai sampai setiap jam aku hrs bolak balik ke toilet yg lumayan isuh dr kamarku dan toiletnya gabung untuk pasien perempuan dan laki laki......sungguh ga nyaman😭😭 enaknya bisa di kamar biasa yg ada toilet di setiap kamar dan aku gaperlu jln jauh kalau mau BAB. Tetapi sayangnya peralatan, obat obat an dan nurse nya ga sehebat di ICU.

Setiap kali selesai dr toilet nurse selalu mengukur besar perutku. Dan setiap saat aku berharap ukurannya mengecil, tetapi itu cm harapan. Dari hari ke hari besar perutku selalu di kissran 109 - 112 cm. diriku mulai putus asa, ada masalah apa sebenarnya dgn perutku. Hasil googling, cairan bisa ada di rongga perut kl ada cancer, fungsi hati menurun dsb. Ya Allah jauhkanlah penyakit berat itu dariku😭😭

Akhirnya aku disuruh usg lagi dan masih terdapat cairan dan gas yg banyak. Dokter Iyad pun bingung kenapa perutku ga mengecil sedangkan usus sudah bekerja dgn bukti aku sudah BAB dan kentut. 

Akhirnya dokter Iyad menyuruh dr Evelyn membuat cateter untuk cairan yg ada di dalam perutku. Dengan harapan apabila cairan dan gas di rongga perut keluar makan kemungkinan usus bisa bekerja sempurna karena tidak melayang layang di dalam rongga perut. 

Akhirnya jumat sore dr evelyn memasang drainage di perut sebelah kanan. Aku sangat sangat takut akan tertusuk usus ku tetapi dengan bangga dan pongahnya dokter Evelyn menjawab kalau dia sudah biasa ngerjain seperti ini. Ya Allah sakitnya sewaktu perutku ditusuk dan dipasang drainage. Drainage dipasang terus sampai hari kamis minggu depan. Sewaktu cairan yg keluar di cium Dr Iyad ga yakin itu cairan apa yg ada di dalam perutku, tetapi aku yakin itu adalah BAB ku karena warnanya sama persis dengan cairan yg keluar sewaktu BAB. 

Lain cerita ttg ICU aku pun sedih dengan nasib suai dan anak anakku, karena setiap hari Papa harus bolak balik ke. ICu dan nitip defiya ke nurse di lantai 4. Sampai Defiya dinyatalan anak terlantar dan akan dipindahkan ke NIcU supaya ada nurse yg bs merawat. Ya Allaahh.....aku benar benar ga rela Defiya ya g sehat wal afiat begitu disuruh pindah ke NiCU. Akhirnya papa diijinkan tibggal di kamar sampai sabtu malam. Tetapi dengan syarat Defiya harus ada yg jaga, akhirnya dipanggil teman teman yg bisa menemani Papa di kamar, jadi kalau papa harus ke ICU selalu ada org di kamar menunggu Defiya. 

Alhamdulillah lilik dan suami dan mama nya bersedia membanu kita, mereka menjaga Defiya dr magrib sampai subuh. Untuk kamis malam dan jumat malam. Dan juga teman teman kayak Bram, Hasan, Duana bergadang menemani papa di kamar. Nurseny tetap ga percaya setiap saat Defiya di cek apa ada yg jaga atau ga. 

Sabtu siang alhamdulillah udaku dr azerbaijan dtg. Masalah Defiya solve karena ada mak dang. sabtu malam Defiya harus discharge dari burjeel. Oo sedihnya jauh dari babykuu..... Tetapi dr satu sisi aku juga senang karena anak anak bisa dirumah lebih sehat dan tenang dibandingkan nginap di RS. Selama weekend ini Mufid ikut ke rumah tante Lyra dan Dira di umah Aulia sejak rabu sore. 

Sabtu malam semua anak anak dah dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah ama papa dan makdang. Defiya di uus sama mak dang dan papa secara bergantian. mufid dan dira pergi sekolah seperti biasa. 

Minggu senin selasa aku tetap di iCU, dengan semua obat obatan dan anibiotik. Makin hari ku rasa makin kuat dan aku dah bisa berjalan ke toilet walaupun berat peruku ga berubah. Makdang dan papa bergantian ke RS, anak anak tetap di rumah. Papa ngambil cuti lagi seminggu lagi dan total dua minggu. Selain ngurus anak anak pap juga harus mbikin visa, passport dan akte Defiya ditambah lagi visa nenek kakek yg rencana akan ke abudhabi.

Defiya.....setiap hari mama selalu minta ke dokter untuk dipindahkan ke kamar supaya bertemu kembali denganmu sayang, kita bisa saling berpelukan, minum ASI dan saling mengulang obrolan kita selama 38 minggu itu.

Selasa, 10 Feb 2015
Selasa malam jam 10 mlm akhirnya aku dapat berita akan dipindahkan ke kamar 415. Alhamdulillaahh.....
Setidaknya besok aku bs ketemu anak anakku semuanya yg telah begitu merindukan ku😭😭

Walaupun sakit masih terasa, tetapi bertemu denganmu lagi telah mengurangi sakitnya mama. Tetapi sayang tidak ada lagi ASI yg bisa kau isap, tidak ada lagi kolostrum yg bisa membekali imunitasmu. Tetapi semua ada hikmahnya....terima kasih byk kepada suami tersayang atas kasih sayang, support dan keletihan menjaga tiga anak anak kita dan juga pada kakakku sayang dr Azerbaijan, love U😘 dan kpd semua teman teman ku di abu Dhabi yg tidak bs kusebutkan satu persatu. Semoga nikmat kesehatan selalu melimpah buat kita semua. Amiin amiin allahumma Amiin

Rabu, 11 February 2015
Siang ini Papa harus bikin akte lahir Defiya ke gementee/ municipality dan yg pasti harus ada nama yg pasti. Akhirnya dengan mbaca bismillah akhirnya Defiya berubah nama dengan Haadiy Saad Asradya.

Rabu siang Haadiy datang ke kamar, hmm ya Allaaahh terima kasih atas nikmat Mu, aku masih bisa bertemu dengan anak anakku lagi. Ketawa, senyum, berpelukkan, walaupun diselingi dengan rasa sakit yg tak kunjung hilang. Malam ini juga si Uda harus balik ke azerbaijan, sedihnyaa....

Begitu malam tiba aku minta Papa dan anak anak tuk pulang ke rumah, karena besoknya anak anak harus sekolah dan kasian juga Haadiy harus nginap di RS. nadira nangis kejar karena ga mau lagi pisah dengan mama. 

Malam ini aku ga bisa tidur, kangen anak anak dan suami, kangen orang tua, dah bosan di RS, haaahh kapaan ini semua berlalu. Perut mAsih tetap besar dan berat, suction masih menempel di pinggang kanan ku. Tetapi ku coba tidur dgn membaca albaqarah sampai akhirny terlelap pulas. 

Kamis, 12 feb 2015
Paginya aku dah bangun dan mandi bersih bersih. Kuperhatikan perutku tetap saja sama ukurannya seperti sebelumnya, walaupun sudah diterapi segitu lama dengan obat obatan yg begitu banyak. Diameternya selalu 106 - 112 cm. semalam ku dengar dr suami kalau haadiy rewel dan ga mau minum susu. Duuh aku kepikiran jgn jgn dia kuning😭. Ya Allaah sehatkanlah anakku ya Allah. 

Sore jam 6 aku didorong pake kursi roda ke ruangan CT scan Untuk melihat cairan didalam abdomen ku. CT scan ini sangat sangat menyakitkan, pertama aku harus puasa 4 jam sblmnya, kemudian aku harus minum 4 botol aqua 600 ml contrast yg ga enak.

Begitu liat hasil CT scan, dokter di ct scan kaget kenapa ada metal didalam bowelku.......dan metal itu adalah ujung drainage yg disuntik dr evelyn😡😡😡😡😡
Seperti yg ku takutkan ususku bocor karena dainage ituuhh!!!

Dr Hiam dan Dr Iyad langsung ditelpon dan beliau berdua melihat hasil CT scannya dari komputer di ruangan itu langsung dan mereka langsung mengabarkan ke aku kalau malam ini juga harus emergency surgery untuk memperbaiki usus ku yg berlibang karena drainage itu. 

Dr Iyad dan Dr hiam langsung menelpon uda yg waktu itu sedang diperjalanan membawa anak anak menuju RS. Begitu mendengar harus operasi Papa langsung diskusi dengan dokter dokter dan akhirnya dokter menyarankan supaya secepatnya operasi dilakukan. Ya Allah kalau aku sampai meninggal bagaimana anak anakku? Akhirnya aku nitip Haadiy ke Neina utk dibawa pulang supaya haadiy tenang juga. Tinggal lah Papa dan dira di kamar menunggu mama operasi. mufid dibawa tante Lyra nginap di rumahnya. 

Semua dokter menyarankan untuk segera di operasi tetapi aku takut sekali karena anestesi spinal sewaktu melahirkan membuat masalah seperti begini, apa jadinya nanti kalau anestesi total yg disuntikkan lagi. Jam 10 malam aku di dorong ke ruang operasi, aku serahkan semuanya kepada Allah, ku yakin pasti dikasih yg terbaik. Bismillah.....jam 10 malam sampai jam 3 malam operasi berlangsung.

Jam 12 siang baru aku sadar ternyata dah tertidur pulas di ruangan ICU lagi dan di hidungku ada pipa besar yg dihubungkan ke jantung dan paru paru. 



Haadiy Saad Asradya

Pada tgl 31 January siang, Hari Sabtu mama pergi kontrol kehamilan Defiya pada week 38. Alhamdulillah semua normal kata dokter Hiam. Mama pindah ke dokter Hiam karena minggu lalu dokter Ebteehaj tabrakan dan due date Defiya sudah semakin dekat. Mama ga mau gambling akhirnya mama ambil keputusan pindah ke dokter Hiam dan lahiran dengan beliau. Setelah selesai kontrol dokter Hiam minta mama di cek CTG. Apa sih CTG?

Cardiotocography (CTG) measures your baby's heart rate. At the same time it also monitors the contractions in the womb (uterus). CTG is used both before birth (antenatally) and during labour, to monitor the baby for any signs of distress.


Dari hasil CTG terdeteksi sudah mulai ada kontraksi dan harus segera di operasi karena Defiya sungsang, kalau ditunggu sampai 39 minggu maka dikhawatirkan nanti akan terjadi pecah ketuban sehingga terpaksa di operasi emergency. Akhirnya diputuskan hari minggu 1 Feb 2015 akan dioperasi. Tetapi sayang, ruahg theatre (operasi) pada hari itu full, dengan terpaksa operasi dibatalkan dan dibuang appointment utk besok paginya 2 Feb 2015.








Ramadhan 1436 - 2015

Alhamdulillah, hari ini memasuki Ramdhan hari ke 13. Tahun ini ramadhan jatuh pada musim summer di Abudhabi, dengan lamanya puasa kira kira 15 jam. dari jam 4:08 sampai 19:20. Dengan suhu mencapai 46 celcius. Lumayan berat untuk berpuasa dimusim panas gini, tetapi alhamdulillah anak anak sudah libur sejak awal ramadhan jadi mereka bisa stay di rumah jadi puasanya tidak terlalu berat.

Mufid seperti biasa dia bisa berpuasa full, sama seperti tahun lalu dan dua tahun lalu di Belanda. Walaupun di Belanda harus berpuasa 19 jam tetapi Mufid bisa melaksanakan puasa full walaupun harus mudik lebaran di pesawat selama 18 jam, Mufid tetap menjalankan puasanya, alhamdulillah.

Tahun ini tahun pertama Nadira belajar puasa dan alhamdulillah dia juga bisa puasa full walaupun di hari hari pertamanya dia sangat suffering dan tiap menit nanya kapan buka. Tetapi setelah terbiasa puasa, sekarang Nadira sudah terlaltih dan bisa puasa tanpa mengeluh sama sekali.

Untuk sholat tarawih, tahun lalu kita selalu ke mesjid berempat, tetapi beda dengan tahun ini, karena Haadiy selalu bobok jam 8 an jadi ga tega bawa Haadiy ke mesjid dan pasti nangis nangis. akhirnya kita putuskan mama dan Nadira sholat tarawih di rumah dan mufid serta papa ke mesjid. NAdira selalu protes tiap malam kenapa ga jadi ke mesjid karena dia senang banget ke mesjid. DIdalam pikirannya Ramdhan identik dengan sholat tarawih ke mesjid :-)

Semoga bisa bertahan terus ibadah dan puasanya sampai akhir ramadhan ya anak anak sholeh dan sholehah....................Love U