Tuesday, February 4, 2014

Perjalanan hajiku menuju Mekkah

Tepat tgl 6 oktober 2013 adalah hari yang ditunggu tunggu selama ini. Hari ini hari minggu, dari pagi sampai sore ku tak lupa berdoa supaya Allah melancarkan perjalanan suci ini dan diberi kesempatan utk bertemu anak dan keluargaku kembali. Hari ini jam 2 siang masih sempat aku mengantarkan sepeda ke elfurkan, sekolah Mufid di Schiedam utk dijual ke Malika seharga 130 Euro. Disela sela kesibukan mempersiapkan diri ke tanah suci, kita juga disibukkan oleh persiapan utk meninggalkan kakek nenek bersama mufid dira di schiedam selama kita di tanah suci. Salah satunya adalah membeli mesin cuci baru yang sudah seminggu rusak.
Tepat jam 4 sore, Nia dudy dan dyaz anaknya datang ke rumah kita. Mereka datang untuk melepAs kepergian kita. Tak lama kemudian Nisa pun datang bersama rahman dan disusul oleh medit bersama papanya. Oh indahnya kebersamaan ini. Karena kita ga siap siap sama sekali utk menyambut tamu, jadinya kita hanya menghidangkan apa adanya.
Kedatangan mereka sungguh membuat hatiku terhibur. Terima kasih sahabat sahabatku tercinta. Tepat jam 7 malam pak Marco lubeek dan Ridho datang ke rumah utk menghantarkan kita ke schiphol airport. Ya allah terima kasih sudah memberi kita keluarga baru di tanah belanda ini.
Akhirnya jam 7:30 aku harus meninggalkan kakek nekek mufid dira menuju tanah suci. Tak terbayangkan perasaan waktu itu, rasanya berat banget meninggalkan mereka di schiedam, tapi itu harus dilawan karena itu semua godaan syethan. Kutitipkan anak anakku dan orang tuaku kepadaMu ya Allah.
Sesampai di schiphol ya ampuuun banyaknya teman teman yang melepas keberangkatan kita, termasuk mbak diyah dan pak deden, teh risah dan pak didin dan keluarga indonesia di amsterdam lainnya. Senengnya dan bersyukur diberi kesempatan berangkat haji dari negara yang nonmuslim ini terasa sangat istimewa.
Jam 12 malam pesawat kita take off menuju istambul turki.  Tepat jam 3 dini hari kita sampai di istambul. Dipesawat ini kita duduk ya terpisah pisah, tetapi alhamdulillah pak Salim dan mbak ninis juga terpisah jadi kita tukaran duduk dengan dia jadi bisa duduk dekatan. Sesampai di istambul kita langsung ke mesjid untuk sholat subuh dan siap siap berganti pakaian ihram. Wuihh toet di dekat mesjid di airport istambul sangat sangat jorok dan bau. Karena itu uda langsung ngajak ke atas nyari toilet lain yNg lebih manusiawi. Alhamdulillah begitu keluar lift didepan mesjid langsung ketemu food court dan yang penuh org berpakaia. Ihram dan disebelah kanan nya ketemu toilet yang haru. Dan bersih. Tetapi karena sedang dibersihkan kita disuruh ke toilet lantai tiga. Lega, ga antri dan harum. Dengan nyaman kita bersih bersih dan berwudhuk dgn tenang. Selesai uda berganti pakaian ihram kita turun lagi ke mesjid tadi menggunakan toilet didepan food court utk sholat subuh. Semua ibu ibu mengeluhkan bau toiletnya, ttp dgn santai kita bilang kita ganti pakaian di toilet atas, semua pada nyesel antri di toilet mesjid itu hehhee

Sesudah sholat subuh kita naik bersama sama 21 orang indonesia ke ata utk menunggu jam 8 pagi menunggu pesawat ke jeddah. Dalam menunggu tersebut kita makan gireng tempe dan tahu mbak ninis yang enaak bgt dan makan bolu kukusnya mini yang ga kalah enak. Grup kita dipimpin oleh ustad winarna. jamaah yang ikut adalah pasangan pak james dan bu irma, pak farid dan ibunya aminah, mini dan zainal, jamal dan kakaknya mbak fifi dan istrinya fania, teh irma dan uda satria, rahmi dan andri, pak salim dan mbak ninis, pak tholib sendiri, mbak ike dan pak heri, aku dan suami.
Sembari menyantap makanan ringan utk ganjal perut utk sarapan kita diisi daurah oleh pak Win. Aneh rasanya liat bapak bapak berpakaian ihram , serasa melihat org yang siap utk meninggal dengan kain putih menempel di badan.

Tepat jam 8 kita berangkat menuju pesawat dan surpriseee pas liat seat number, aku dan uda duduk di seat 1a dan 1b yang artinya kita duduk di kelas bisnis. AlhamdulillaaaH, lumayan istirahat nyaman melepas kelelahan karena bergadang semalam. SementAr yang lain duduk di seat paling belakang. Karena kita cehck in di schiphol paling akhir akhirnya kita ga kebagian seat lagi sehingga dikasih kursi extra paling depan, alhamdulillah, permulaan yang sangat bagus, terima kasih ya Allah ya rahman ya rahiim.





Sepanjang perjalanan kita berusaha berzikir. Membaca doa doa yang telah diajarkan selama manasik. TetPi uda nyaman bgt tertidur pulas karena kursiny bisa direbahkan sampai seljrus tempat tidur, dan kursiny juga bisa dinyalakan mesin pemijit punggunh, wuih nyamannya hehheee ketahuan belum pernah naik bisnis. Ternyat sesuai dengan harganya. Di pesawat turkish airline ini khususny di bisnis class banyak jamaah haji dari kazachstan.. Hampir semua nenek nenek tua. Merek bolak balik nanya ke pramugari tentang miqat sampai sampai pramugarinya marah dan menyuruh mereka duduk dan diam. Memang mereka berhak bertanya dan sudah tugas pramugarilah melayani mereka dengan baik, tetapi pramugari turkish airlines ini cendrung kasar dan tidak menghormati penumpang.

Begitu sampai di miqat pramugari mengumumkan utk berniat utk umrah. Semua jamaah kazachstan langsung sholat dua rakaat ihram. Tetapi karena di manasik diajarkan itu suatu bidah maka kita berdua cuma berniat dan mulai bertalbiah "labaika allahumma labaik, labaika laasharika laka labaik, innal hamda wa nikmati laka wal mulk laa syariikalah. Cuma air mata yang bisa menetes mensyukuri nikmat kebesaran Allah yang telah mengizinkan kita berdua menjadi tamu allah di tanah suci mekkah ini.

Tepat jam 12 siang kita sampai di jeddah, airport ya lumayan bagus. Tetapi begitu keluar airport langsung kerasa panas 35 derjat, antrian bus yang panjang dan suasana yang kacau balau dan suara orang fab yang keras seperti berantem. Tiba tiba datang supir dari gulf reizen, travel agent kita utk menyuruh kita mnegumpulkN passport dan diserahkan ke petugas haji. Di negara yang sepertinya tidak ada aturan begini ngeri juga ngasih passport, tetapi serahkan saja ke Dia. Kita diberi uang sebanyak 900 reyal utk naik turun bus haji selama di mekkah. Setelah koffed koffed kita dibawa kita disuruh tunggu. Menunggu sesuatu yang ga jelas, sampai jam 6 baru kita dapat bus. Heuuhh bener bener ga ada management yang bagus. Ratusan jamaah haji harus menunggu kedatangan bus nya ditengah siang ya g panas dan tanpa ac begini.

Setelah naik bus ternyata ada 12 turkish yNg ikut dg. Kita dan ada 15 kazachtan ikut di bus kita. Tetapi yang anehnya orang kazachstan diantarkan terlebih dahulu, kemudian turkish dan terakhir kita. Jam 11 malam barulah sampai di hotel kita gang letaknya di aljumAizah, lira kira 1,7 km dr masjid haram, dibelakAng al murfiq hotel di jalan ke arah kuburan maala dari mesjidil haram.

Semua barang diturunkan dan masing masing kita menuju kamar yang telah ditetapkan sebelumnya. Terjadi keanehan pertama karena pertAmanya kita diatur sekamar per tiga orang ternyata sekarang satu kamar berlima. Aku sekamar dengan bu irma yang sangat kei uan, mbak fifi yang suka menghibur dvn cerita cerita lucunya, rahmi yang rajin ke mesjid dan teh irma yang sakit sakitan karena kena ac heheheee

Kita disuruh langsung bersih bersih dan istirahat sebentar utk melaksanakan umrah jam 1 malam nya. Selesai mandi dan segar kita telah siap berangkat ke masjid haram. Begitu masuk masjid haram melewati lantai dasar sai berdebar jantung sekeras kerasnya karena mau melihat ka'bah.
Ya allah alangkah besarnya nikmatmu padaku yang telah mengizinkan ku menjadi tamuMu. Begitu sampai di ka'bah langsung kita memulai thawaf dimulai dari hajar aswad yang ditandai lampu hijau dengan mengucapkan bismillahi allahu akbar.

Putaran pertama, kedua dan seterusnya uda mulai mengarah ke hajar aswad, tetapi ya allah ramenya tamuMu, sehingga hambamu ini ingin memegang hajar aswad sampai kehabisan nafas. Tetapi salah strategi, seharusnya ku peluk uda dr belakang bukan nya ga dengan tangan, karena ini tidak kuat dan senada jalannya. Begitu hampir sampai ke hajar aswad kira kira 1.5 meter lagi datang calo indonesia mo nawarin bantuan utk mencium batu tsb, ttapi kit sudah dipesAnkan sewaktu manasik utk tidak menerima tawaran tsb karena memaksa kita hrs berdesak desak an, sikut kanan kiri utk sampai di batu tsb, sungguh bukan perbuatan terpuji. Makanya akhirnya karena kehabisAn nafas tergenjet dari kanan kiri dan belakang, uda memutuskan utk keluar dari keramaian dan melanjutkan tawaf di lapisan luar kabah.

Selanjutnya kita sholat di maqam ibrahim dan dilanjutkan Sai, alhamdulillah sebelum subuh kita dah selesai umrah dan lansung sholat subuh dan sehabi itu kita pulang untuk beristirahat

Our 4th chapter of life - Abu Dhabi

Jumat 10 January, jam 11.30 malam kita mendarat di International airport Abudhabi. Sungguh suatu hal yang tidak di sangka ternyata kita harus menunggu sampai jam 02:00 dini hari karena residence visa kita yang asli belum ada di petugas imigrasi di airport. Ternyata si Papa kelupaan nyerahin ke petugasnya dan harus menunggu beliau menjemput dokumen tersebut ke rumah yang jaraknya cukup jauh.

Hasilnya nyampe rumah jam 2:30 dini hari. Mufid dan Dira tetap excited melihat abu dhabi walapun terkantuk kantuk. Alhamdulillah ya Allah atas semua nikmatmu kepada kami sehingga kami bisa melihat bumiMu yang luas ini.

Sabtu dan Minggu kita sibuk beli beli keperluan rumah dan furniture. Sedikit demi sedikit kami mencicil membeli furniture sesuai dengan selera kami. Pada hari Minggu kebetulan long weekend karena maulid nabi sehingga masih panjag waktu untuk melepas kangen dengan Papa yang sejak tgl 23 November dah berangkat ke Abu dhabi meninggalkan kami bertiga di Indonesia.

Senen pagi kita pergi ke Jubilee international school tempat Mufid dan Dira mau melanjutkan sekolah. Anehnya hari itu langsung disuruh masuk sekolah, tidak seperti yang kita bayangkan karena disini sangat sulit untuk masuk sekolah. Ternyata berita bagus ini berubah menjadi berita buruk karena pihak sekolah menelpon kami untuk menunggu hasil keputusan dari ADEC ; Abu Dhabi Education Centre untuk menentukan Mufid keterima sekolah atau tidak. Sedangkan Dira pasti tidak diterima karena tidak ada transfer certificate dari Sekolah di Belanda.

Akhirnya Mufid ga sekolah selama seminggu, sampai hari senen depannya kami mencoba menghubungin Jubilee mengenai kelanjutan status Mufid, akhirnya Senin, 20 January 2014 Mufid boleh bersekolah. Hari itu Mufid menerima buku text book 8 biji yang tebalnya minta ampun dan 3 pasang baju seragam. Suatu hal yang baru untuk Mufid pergi sekolah berseragam dan membawa koper ke sekolah karena bukunya yang banyak dan berat. Cckkk ckkk kasian Mufid, kecil kecil pelajarannya sungguh berat. Terutama untuk bahasa arab benar benar berat karena mama ga bisa juga ngajarin dia bahasa arab.

Semoga Mufid sukses di sekolah ya Nak, walaupun harus belajar bahasa inggris lagi dan ditambah bahasa arab, tapi mama yakin, mufid anak pinter.