Sunday, September 29, 2013

Menjelang keberangkatan haji dan kepindahan ke Abu dhabi

19 September 2010.....masih segar diingatanku, kami sampai di Schiphol untuk membuka lembaran baru hidup kami. Papendrecht adalah kota pertama kita tempat kita tinggal. Dari schiphol ke Papendrecht kami naik taxi yang gede supaya koper koper besar kami muat, dan kamipun harus merelakan uang 250 euro utk membayar taxinya. Padahl jaraknya cuma 80 km tapi kemungkinan besar si supir taxi tidak jujur.

Sesampai di Papendrecht, kesan pertama saya tentang Belanda.......rapi, bersih, hijau, banyak sepeda dan dingiiin. Memang benar, November 2010 turun salju yang sangat sangat lebat sampai selutut. Kami harus mencari informasi kemana mana karena belum menemukan komunitas oranng Indonesia di Papendrecht. Tetangga kiri kanan hampir 90% orang belanda asli. Benar benar merasa sendiri dan sepi. Beberapa kali bertemu dengan orang berjilbab dan akhirnya nemu teman Sema orang Turki yang besar di Belanda. Dengan Sema lah org terdekat saya sewaktu diPapendrecht. Sampai sempat saya sakit berat kena virus Griep, Sema lah yang membantu antar jemput Mufid sekolah. Di sekolah Mufid semuanya orang belanda. Kadang sering kepikiran pengen balik ke KL lagi, karena benar benar merasa terasing. Sebenarna mereka ramah seperti mamanya levy, mamanya yavi, keluarga gusje tetapi tetap merasa culture shock berada dikalangan belanda. Hari demi ahri dilalui, sampai pada bulan july 2011 kami memutuskan pindah ke Schiedam karena papa pindah kerja ke Leiden dan selain itu supaya Mufid bisa masuk ke sekolah Islam El furkan.

Schiedam......ya kota indah yang mngukir kenangan indah sekali. Kami mengenal keluarga didin, deden, satria, lubeek......terima kasih ya Allah dikasih saudara saudara yang baik dan sekaligus tetangga dekat rumah. Dan sejak Mei 2011 kami bergabung dengan ngumpul ngaji. Dan kami mulai aktif di pengaian Rotterdam. Dan kami pun jadi lebih gampanh bergabung dengan anak anak PPMR karena lebih dekat ke Rotterdam.dari PPMR lah kami bertemu keluarga baru kami seperti Nia dan Dudy, Nisa dan Medit dan Lia dan Aul. Kmi juga mulai aktif datang ke pengajian HIMMi setiap sabtu malam. Dan tidak lupa saudara saudara islam ku disekolah  islam El furkan seperti Emine, Farida, Malika.

Oo indahnya kebersamaan. 2.5 thn kita bersama, sekarang waktunya kita berpisah. Air mata tak tertahan ketika saudara saudar islam ku di Elfurkan memberi kejutan pada hari Rabu, 24 September 2013 kemaren. Saya diundang datang ketemu Umus- direktur el furkan. Umus ingin mendidkusikan bagaimana kesiapan mmufid dan dira untuk ditinggal selama haji. Dan setelha ngobrol dengan umus sampai jam 9 pagi seperti biasa setiap rabu saya mengikuti les tajwid. Denga niat mau les tajwid sayapun angsung menuju ouder room. Begitu sampai di ouder room semua bertalbiah labaika allahumma labaik.......dan saya liat Mufid dan dira beridir didepan semua ibu ibu sambio memegang bingkisan parserl dan sebuah puisi. Air mata tak tertahan. Oooo ya allah terima kasih atas nikmatmu ini.


Monday, July 22, 2013

Puasa ramadhan

Alhamdulillah, tahun ini 2013 kita telah memasuki bulan suci ramadhan. Tahun ini kita memilih untuk menjalankan ibadah puasa di schiedam, netherland. Sebenarnya mulai kemaren tgl 22 juli Mufid dan Nadira sudah mulai zomer vacantie. Tetapi karena nenek dan kakek nanto september akan ke sini makanya kita putuskan untuk puasa dan vakantie di sini saja.

Puasa disini tidak sama dengan di Indonesia, kami harus memulai puasa dari jam 3 dini hari dan berbuka jam 10 malam. Kurang lebih 19 jam puasa. Tentu saja ini bukan hal yang mudah dilakukan, ditambah lagi dengan suhu summer yang makin hari makin naik. Seperti tadi siang kita harus dihadapkan dengan suhu 31 celcius. Sungguh suatu pengalaman yang tidak akan terlupkan.mtetapi Allah maha tahu, alhmadulillah kami sekeluarga bisa melaluinya dengan lancar.

Tak ketinggalan Mufid.......pada awal awal puasa Mufid tidak pernah dibangunkan untuk sahur, karena mufid harus sekolah. Dikhawatirkan nanti disekolah mufid ngantuk. Tetapi mufid selalu protes kenapa dia tidak dibangunkan untuk sahur. Jadi sewaktu sekolah mufid sahur jam 7 pagi dan alhamdulillah dia bisa berpuasa sampai jam 4 sore bahkan sampai jam 8 malam. Tetapi sejak jumat minggu lalu tgl 19 juli 2013, Mufid mulai sahur jam 3 pagi dan berbuka magrib, alhamdulillah ya Allah. Terharu, sedih dan gembira melihat mufid berbuka puasa dengan lahapnya. Pernah mufid bilang, Ma, emang bener ya kata allah, orang yang berpuasa itu mendapat dua kebahagiaan salah satunya pas buka puasa" heheheee.....anakku sayang. Oiyaaa....selama ramadhan ini setiapmhari mufid mendapatkan surprise satu kertas bulat yang bisa dia ambil dan di kertas tersebut tertulis indahnya ramadhan.

Setiap hai jumat sore, kita ngumpul ngaji berkumpul mengajarkan tentangnpuasa dan islam kepada anak anak. Kemudian dilanjutkan dengan berbuka ke KBRI denhaag atau berbuka di rumah tempat kita berkumpul. Minggu lalu, tgl 19 juli kita bukan cuma buka puas, tadarus dan tarawih tetapi dilanjutkan dengan sahur bersama......hehehh pengaaman yang tidak akan terlupakan.

Setiap sabtu jam 8 malam kitapun selalu datang ke sporzal tempat himmi mengadakan buka bareng dan tarawih bareng. Disinilah terasa indahnya kebersamaan. Semua ibu ibu membawa masakan sendiri sendiri dan dimakan bersamasama. Enaknya berbuka bersama, tadarus bersama dan tarawih bersama. Jam 1 malam kita sampai dirumah dan biasanya dilanjtkan sahur dan tidur ;)


Thursday, June 6, 2013

Mufid mulai membangkang

sudah beberapa hari ini Mufid mulai memperlihatkan sifat membangkangnya. apapun yang disuruh selalu dicuekkin dan dia ngerjain kerjaan yang lain. Ya Allah, berilah hamba kesabaran menghadapi sifat Mufid. Kita sebagai orang tua memang tetap belajar supaya menjadi orang tua yang berhasil mendidik buah hati kita menuju jalan yang benar untuk bekal dia hidup dunia wal akhirat.
Ini beberapa artikel tentang bagaimana kita sebagai orang tua mendidik anak supaya tidak menjadi manusia pembangkang

Pendidikan Karakter: Rahasia Kenapa Anak Jadi Pembangkang



(8 Penyebab anak berperilaku keras kepala dan suka melawan orangtua antara)

1. Sikap otoriter orangtua, yaitu orangtua terlalu menekan atau memaksa anak untuk menuruti semua kenginannya tanpa melihat kondisi dan kemampuan anak. Orangtua bersikap otoriter kepada anak biasanya karena mereka merasa serbatahu apa yang terbaik untuk anak dan apa yang harus dilakukan anak. Orangtua meyakini bahwa untuk berhasil dalam membimbing, mengarahkan perilaku, dan mendidik anak sehingga menjadi anak yang baik diperlukan cara-cara yang tegas dan keras. Anak yang merasa terus ditekan atau dipaksa dan merasa tidak mampu memenuhi semua keinginan orangtua pada akhirnya akan menunjukkan sikap melawan.

2. Berbicara kepada anak di saat yang tidak tepat. Kerap kali terjadi, misalnya orangtua meminta anak melakukan sesuatu, padahal anak tengah asyik bermain atau menikmati aktivitas kesukaannya. Anak pun merasa terganggu dengan permintaan orangtuanya tersebut. Dalam kondisi seperti ini, anak biasanya akan mengabaikan permintaan orangtuanya, menunda melaku¬kannya, atau langsung menolaknya. Jika orangtua terus memaksa, sangat mungkin akan terjadi ketegangan atau konflik dengan anak.

3. Anak sangat menginginkan sesuatu, tetapi orangtuanya tidak dapat memenuhi keinginan tersebut. Anak pun kemudian menunjukkan perilaku keras kepala atau suka melawan orangtua. Anak melakukan ini untuk mencari perhatian orangtua dan sebagai cara untuk menyampaikan protes. Anak berharap dengan perubahan perilaku yang ditunjukkannnya, orangtua mau memenuhi keinginannya.

4. Anak dibiarkan tumbuh tanpa bimbingan. Hal ini bisa terjadi ketika orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaannya atau memang orangtua kurana mampu memberi perhatian dan didikan yang dibutuhkan anak hingga nilai-nilai kebaikan, seperti sopan santun, menghargai orang lain, atau batasan benar-salah, boleh¬ tidak boleh, tidak tertanam dengan baik pada diri anak. Anak pun tumbuh menjadi pribadi yang egois dan suka melawan orangtua.

5. Pengaruh lingkungan. Anak begitu mudah meniru perilaku teman-¬temannya, orang-orang lain yang dikenalnya, atau tayangan televisi. Ketika anak mendapati teman-temannya atau orang lain menunjukkan perilaku suka melawan kepada orangtua, anak-anak pun akan dengan mudah melakukan hal yang sama.

6. Mencontoh perbuatan orangtuanya. Mungkin anak sering melihat kedua orangtuanya bertengkar atau bersikap keras kepala. Atau, anak melihat orangtuanya tidak patuh kepada nenek dan kakeknya. Anak pun dapat terdorong untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan orangtuanya.

7. Anak terlalu dimanja oleh orangtuanya. Semua keinginanya selalu diberikan. Jika suatu saat ada keinginannya yang tidak dipenuhi, anak akan memprotes dan melawan.

8. Hubungan antara orangtua dan anak tidak harmonis. Ikatan kasih sayang dan pengertian antara mereka pun kurang. Kondisi ini rentan menimbulkan konflik antara orangtua dan anak.

Tuesday, May 28, 2013

Bazaar

Hari ini ada bazaar di sekolah Mufid yg diadakan oleh ouder commision. Banyak juga pengikut bazaarnya, byk yg jualan baju, buku, mainan second, makanan daan suiker spin. Suikerspin, kembang gula penjualnya adalah.......mamanya Nadira dan Nadira ;) ternyata lucu jg punya pengalaman baru jadi penjual suikerspin.

Pertama kita harus nge set mesinnya, kemudian masukkan gulanya ke tengah tengah mesinnya. Nyalakan mesinnya dan tunggu sampai gulanya larut dan taraaaaaa.......keluarlah gulanya seperti kapas dan ambil tangkainya, silakan putar putar gulanya.

Heuuh karena mesinnya terbuka, setiap kali mesin dinyalakan ditambah hembusan angin, beberapa kembang gulanya beterbangan seperti kapas, nempel kemana mana. Byk pedagang lainnya yg complain karena bajubdan dagangannya bergula gula ;)

Dira puas banget mkn suikerspin dan mufid senang bgt busa bl mainan byk dgn harga 50 cent lagi. Capeeek jg, tp ikhlas saja kasian liat Emine leader ouder commision......dia kerja keras, yg lain cuma jualan dan tanpa opruimen lgsg pulang ;(

Sunday, May 26, 2013

Full time mother management

Sudah 4 kali aku mengikuti kursus menjadi ibu yang penuh planning, supaya hidup menjadi seorang ibu tidak membuat seseorang stess bahkan depresi. Diantara pekanaran yang bisa saya petik;
1. Keteraturan membuat seseorang bisa menikmati hidupnya. Oleh karena itu sebaiknya semua anak mempunyai  daily schedule yang teratur dari hari ke hari.
2. Buatlah schedule dalam membersihkan rumah
3. Buatlah daftar menu masakan supaya memudahkan proses masak memasak.
4. Ajarkan anak untuk melakukan kegiatan seperti membersihkan kamarnya sendiri, menjemur baju, membersihkan rumah sehingga mereka belajar tanggung jawab.
5. Buatlah schedule kegiatan menarik bersama anak dalam rangka menyambut bulan ramadhan. Contohnya buatkan 30 gantungan kertas yang masing masing berisi tulisan kegiatan dari hari ke hari dan target dalam hal beribadah dalm bulan ramadhan.
6. Buatkah schedule harian untuk diri sendiri.
7. Sediakan waktu untuk bermain dengan anak setiap harinya.

Lima tahun yang lalu......

Yahh...lima tahun yg lalu, tepatnya juni 2008 saat dimulainya babak baru dalam hidupku. Babak baru untuk menjadi seorang ibu rumah tangga sejati. 8 tahun sudah diriku berkarir sejak lulus kuliah Oktober 2000. Sedih meninggalkan dunia kerja dan senang bakalan menjaga Mufid dari pagi sampai pagi lagi....itulah perasaan yang bercampur aduk seperti es campur. Tetapi babak baruku dari menjadi wanita karir yang bekerja dari jam sembilan sampai jam lima bahkan sampai malam sampai menjadi ibu dan istri yang setia di rumah dijembatanin oleh kegiatan kuliah. Yaahh.....keinginan resignku, selain tuntutan suami, karena suami bekerja di KL, tetapi juga karena dorongan ingin melanjutkan kuliah. sehingga sampai juni 2010 aku bukanlah ibu rumah tangga sejati. setiap Sabtu Minggu kuliah dari jam sembilan pagi sampai jam sepuluh malam, hari hari biasa dipenuhi dengan kerja kelompok, setumpuk assignment. Sehingga pengertian menjadi full time mother belumlah bisa disandang.
Sejak Juni 2010, predikat full time mother melekat dipundakku. Apalagi sejak pindah ke negeri kincir angin, predikat full time mother menjadi melekat sempurna denganku. Mulai dari mengurus anak, suami dan mengurus rumah harus dilakukan seorang diri tanpa ada bantuan orang lain, baby sitter ataupun pembantu.
Yaahhh tiga tahun menjadi full time mother, tetapi terus terang aku merasa kurang kepercayaan diri. Setiap kali perkenalan dalam suatu majelis, selalu merasa sedikit minder mengucapkan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Sampai sekarang selalu merasa kagum dengan teman teman yang sukses dalam karirnya, selalu merasa diri sendiri tidak sikses........padahal suami berkali kali meyakinkan bahkan aku adalah seorang ibu yang sukses inshaa Allah, tetapi hati nurani selalu menyangkal pernyataan itu.
Yaahh.......memang aku mengakui, aku lahir dari keluarga yang tidak seorangpun berpredikat sbg full time mother. Ibuku seorang pegawai negeri sipil, kakak perempuan, adekku semuanya berkarir. Sepupu sepupu perempuan, tante tante bahkan nenekku adalah seorang guru. Yaahh......mungkin jiwa menjadi full  time mother sangat jauh dari kehidupanku, makanya aku selalu menilai kesuksesan seorang wanita dari kesuksesan karirnya.
Semoga setelah tiga tahun menjalani profesi mulia ini, aku lebih bisa merubah imageku tentang kesuksesan seorang wanita. Semoga semua niatku untuk membesarkan Mufid dan Nadira sebaik baiknya mendapat ridho dariNya, amiinn.

Wednesday, May 22, 2013

Si cadel Nadira

Iihh lucunya Nadira, dah 3.5 tahun masiihh aja kata kata yang dikeluarinnya belum clear banget. contohnya Sholat = owat
sendiri = eng i yi
sekolah = eng owah
iya kan = iya tan
makan = matan
sakit = atit
busuk = butuk
bagus = baduf
kok mau = tok mau
kecil = titin
Gede = ide
Teman = inem
Sepeda = ceda
Stiker = titen
Kalau dulu Mufid 3.5 tahun dah jelas semua kata katanya, tapi sebelumnya pas umur 2 tahunan masih ada kata kata yang lucu yang masih inget
mobil = abi
semua = mua mua
keluar = takua
hehehee lucunya anak anakku