Tuesday, May 8, 2012

Switzerland day 2

Kecewa......itulah judul untuk hari ini. Mulai dari kecewa ama jawaban resepsionist hotel yang bener2 ga membantu. Kita nanya gimana cara pergi ke chamonix dia jawab "absolutely, I don't know sir". heuuhh bener2 deh tuh orang cocoknya jadi satpam :-) ditambah lagi kecewa ga ada bus, ternyata bener bener ga ada kegiatan di hari minggu. toko toko semuanya tutup dan jadwal bus pun dikurangi. Hari ini rencananya kita mau ke mont blanc bermain sky, dengan persiapan full untuk musim dingin, baju tebal dan sepatu boot. dengan semangat 45 keluar dari hotel, mulai menunggu bus yang biasa lewat di depan hotel, ga lewat2 juga. akhirnya kita jalan menuju tram terdekat Duane Moisullaz. Alhamdulillah dari sini ketemu tram 12 yang menuju kota. Berdasarkan wikitravel, kita harus naik train dari airport ke MOnt blanv. akhirnya kita ke tourism office di airport. sunggu sangat tidak disangka, ternyata train ke montblacn cuma 2 kal isehari untuk hari minggu, pagi jam 8 dan jam 4 baliknya. diperjalanan 1.5 jam sedangakan sekarang jam 12 siang. Dia nyaranin kita pergi besoknya ke Chamonix, tetapi impossible karena besok sore kita sudah harus balik ke Amsterdam. Dengan kecewa akhirnya kita putuskan pergi main ke Lausanne, 60 km dari Geneve.

Hmmm begitu nyampe di stasion Lausanne semua baju2 sky yang kita bawa ditinggal di loker di stasiun dan kita jalan2 ngelilingi kotanya dan pinggir danau. Ternyata Lausanne lebih bagus daripada Geneve. kotanya lebih rapi dan gedungnya lebih bagus bagus.


Dan kita sampai disana langsung disambut oleh carnaval yang rameeee sekali. Mufid bener-bener terhibur, sampai ga mau beranjak dari carnaval itu sampai habis arak arakannya. Jalanan di centrum Lausanne bener2 menguras tenaga. jalanannya turun naik heboh.......apalagi sambil dorong buggy didi yang lagi wuenak tidur.



dari train station kita menuju pinggir danaunya naik metro nmenuju oudsy. waah keren bgt, apalgi utk anak anak, ada playground jg, carrousel (again........) dan taman tulip.



Switzerland

Geneva day 1

Jumat 4 May 2012, kita berangkat ke Swiss naik pesawat dari Schipol. Karena nyampe hotelnya sudah malam, jadi kt rencana besoknya jalan jalan di kota geneva dan ngelilingin Lec Leman. ( Danau Leman). Hari pertama di Swiss kita naik mini train di seputar danau, tapi sayang Didi bobok di atas buggy nya jadi dia ga sadar kalo kita dah naik train, padahal dia pengen sekali. begitu selesai ngelilingin danaunya, barulah didi bangun dan ngajak naik train lagi hihihii...... jadinya mama ama Uda Fid aja naik train nya.


Berhubung hari itu ada lomba marathon UNICEF di Geneva jadinya kita ikutan nonton marathon sekalian menikmati pemandangan Jet dÉau dari pinggir sungai.



Didi dada mulai beraksi diphoto, bergaya dengan berbagai gaya sampai akhrinya liat carousel di dekat danau. setelah naik sekali putaran tetep aja minta lagi dan lagi.......



Dan ga lupa kita berfoto di flower clock di English Park di pinggir danau. Heeuhh DD masih bobok aja, jadinya ga ikutan bphoto disini. Mufidpun ga mood bphoto karena ngantuk. jadinyaaa yaah berdua aja deh.


setelah puas menikmati sekitar danau, kita naik turun tram dan bus ke UN building, tapi sayang kesorean jadu ga bisa masuk ke dalamnya.


setelah itu kita naik bus lagi ke arah bel air dan jalan ke old town, waaee ternyata di old town gedung nya lebih bagus bagus dan teratur. Ga kayak kebanyakan gedung gedung di Geneve rada ga rapi. tapi perjalanan ke old town naik turun wuiihh capek bgt ndorong buggy didi sementara dd nya wuenak tidur hehhee



capek bgt seharian jalan di kota Geneve, akhrinay ktia memeutuskan pulang ke hotel. untuk disambung besoknya yang rencananya pergi Chamonix mont blacn untuk main sky. Slaap lekker mijn kinderen!! love U both.

 se

Wednesday, January 18, 2012

Buat aku dan suamiku untuk mengasuh Mufid dan DD dengan positif

Sungguh menakjubkan bagaimana orangtua yang bahagia dan positif akan menghasilkan anak yang tumbuh menjadi pribadi yang mempesona.
Berikut ini adalah rahasia pengasuhan anak secara positif:
1. Untuk membesarkan anak yang sehat dan bahagia, ajarilah anak untuk mencintai dan menyayangi dirinya sendiri. Caranya: Perhatikan diri Anda sendiri terlebih dahulu. Selalu sediakan waktu bagi diri Anda pribadi di tengah kesibukan harian Anda. Sediakan waktu bagi Anda untuk berolahraga, merawat diri, dan meluangkan waktu bagi pengembangan pribadi Anda. Sadarkah Anda bahwa orangtua yang tidak menghargai dirinya sendiri akan membesarkan anak dengan sifat serupa!
2. Luangkan waktu yang berkualitas setiap hari. Talmud berkata "Setiap helai rumput punya malaikat yang membungkuk di atasnya dan berbisik,”Tumbuh, tumbuh!" Pemberian terindah dari orang dewasa adalah menjadi malaikat itu bagi seorang anak yang istimewa. Tunjukkan betapa Anda sungguh bergembira atas kehadirannya. Jadilah ‘Ahli gembira’ bagi putra-putri Anda. Ubahlah waktu mengerjakan tugas harian menjadi momen yang berharga dan istimewa. Bernyanyi, memeluk, berbagi tawa dan cerita dapat membuat saat-saat biasa menjadi tak terlupakan.
3. Jadilah pendengar yang baik. Hal ini bukanlah hal yang mudah bagi orangtua. Betapa sering orangtua menyela dan sibuk dengan nasehat-nasehat bahkan pada saat anak belum selesai berbicara? Simpanlah kekuatiran-kekuatiran Anda pada saat mendengarkan. Cobalah untuk mendengarkan anak Anda sepenuhnya tanpa menghakimi. Anda perlu menahan diri untuk tidak memikirkan atau memberikan pendapat Anda sendiri. Dengarkan mereka dengan hati yang terbuka dan penyayang. Lupakanlah diri Anda dan tempatkanlah diri Anda pada sudut pandang anak Anda. Ajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai ganti dari memberikan pendapat. Cara orangtua mendengarkan tanpa menghakimi akan membuat anak merasa diterima dan dimengerti.
4. Seringlah tertawa, sebab kegembiraan itu menular! Anggaplah pada saat ini diri Anda terpilih untuk melakukan tantangan “30 hari tersenyum bersama keluarga!” Anda akan menyaksikan keajaiban dari kegembiraan dan kasih sayang yang Anda bawa kepada orang-orang di sekitar Anda. Buatlah momen sehari-hari menjadi luar biasa berkat kegembiraan dan semangat yang Anda bawa ke dalamnya.
5. Berilah pengakuan dan penghargaan. Latihlah mulai dari diri Anda sendiri untuk memberikan penghargaan terhadap setiap keberhasilan, bahkan yang paling kecil sekalipun, yang telah Anda lakukan hari ini. ‘Pagi ini saya berhasil bangun lebih pagi untuk berolahraga,’ ‘Setelahnya saya berhasil menyiapkan sarapan dan mengantarkan putra saya ke sekolah tanpa terlambat.’ ‘Hari ini saya berhasil sabar menghadapi putra saya.’ Ajarlah diri Anda untuk memberikan penghargaan yang tulus atas tugas-tugas sederhana yang berhasil Anda selesaikan. Penghargaan ini akan memberi semangat baru dalam hidup Anda untuk menjalankan tugas yang lebih besar. Luangkanlah waktu 5 menit bagi diri Anda setiap harinya untuk memikirkan dan menuliskan kesuksesan-kesuksesan yang telah Anda raih hari ini. Rasakanlah bagaimana hidup Anda berubah, nikmatilah semangat baru yang mengisi setiap kegiatan Anda. Bagikanlah penghargaan ini juga kepada anak-anak Anda. Berikanlah pujian, pengakuan dan penghargaan yang tulus kepada mereka. Ingat, penghargaan yang baik menekankan pada tindakan, bukan pada prestasi yang dicapai. Ungkapkan penghargaan Anda secara antusias, sungguh-sungguh, dan penuh cinta. ‘Horeee.. putriku ingat membereskan tempat tidur. Hip, hip, horee.. .ia bahkan membantu ibu menyapu lantai!’ Berikan pelukan terbesar yang dapat diterimanya. Pengakuan dan pujian yang tulus mempunyai kekuatan untuk mengubah!
6. Disiplinkan anak dengan hormat. Ajarkanlah anak turut bertanggung jawab atas tugas-tugas rutin dalam rumah tangga. Anak yang secara aktif turut dilibatkan dalam tugas rutin dalam rumah tangga pada masa dewasanya akan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar. Perbaiki kesalahan mereka dengan kelembutan namun Anda harus terus-menerus konsisten. Berikan konsekuensi yang wajar dari pelanggaran dengan tujuan untuk mengajarkan tanggung jawab. Janganlah memarahi apalagi mempermalukan anak di depan orang lain atas kesalahan yang mereka perbuat. Ajaklah mereka ke tempat sepi untuk berbicara hanya empat mata dengan Anda. Berikan pengertian sejelas-jelasnya mengapa tindakannya salah. Mintalah anak meminta maaf bila ia berbuat salah. Anda pun perlu meminta maaf kepada anak di saat-saat Anda bersalah atau melalaikan janji Anda kepada mereka. Disiplinkanlah anak tanpa menunjukkan kuasa dan kemarahan Anda, maka anak akan belajar tumbuh dengan pengendalian diri yang tinggi. Sampaikan pesan kepada mereka bahwa meskipun perilaku mereka masih perlu ditingkatkan, namun Anda sebagai orangtua tetap menyayangi dan menyukai mereka.
7. Berilah ruang bagi putra-putri Anda untuk melakukan kesalahan. Ingatlah, bahwa setiap orang, apalagi seorang anak, berhak untuk melakukan kesalahan. Kesalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran. Temukanlah kebaikan dalam kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan, maka anak Anda akan belajar untuk berani berjuang menghadapi tantangan dan resiko.
8. Jalani hidup Anda dengan nilai-nilai yang pasti: kejujuran, tanggung jawab, dan semangat saling membantu. Tunjukkanlah dalam keseharian Anda bagaimana Anda selalu konsisten dengan nilai-nilai ini. Libatkan juga putra-putri Anda dalam kegiatan sosial yang secara rutin Anda lakukan. Putra-putri Anda pun akan tumbuh dengan karakter positif yang kuat dalam diri mereka.
9. Fokuskanlah perhatian Anda pada hal-hal yang berjalan benar. Milikilah keyakinan yang meneguhkan keluarga Anda di saat-saat sulit. Anak-anak Anda akan belajar menjadi pribadi yang optimis dan bersyukur setiap hari. Latihlah sikap positif dengan menemukan hal-hal positif dalam setiap hari Anda dan bersyukurlah atasnya selalu. Cintailah anak Anda dengan tulus tanpa syarat, dan ungkapkanlah besarnya kasih sayang Anda tersebut kepada mereka. Anak yang berada dalam kasih sayang yang tulus akan tumbuh dengan lebih bergembira, percaya diri, menyenangkan, serta dapat diandalkan.

Tuesday, January 3, 2012

Radang Amandel, operasi ga ya?


Kemaren dari dokter THT (KNO-Art) negbahas tentang operasi amandek DD, heehh jadinya kita disuruh mikir dulu sampai 24 January, apakah mau dioperasi atau ga. nemu artikel bagus nih.
 
 
Posted date : July 15, 2009
Pada anak-anak usia balita hingga menjelang remaja, kasus radang amandel seolah menjadi momok tersendiri. Bila ternyata hal ini sudah kerap terjadi, orang awam kerap menyebutnya dengan “amandelnya sensitif”. Ujung-ujungnya, dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan si amandel yang kerap mengganggu.
Vonis mengangkat amandel, biar bagaimanapun akan mendatangkan teror tersendiri kepada anak. Bayangan pisau bedah dan kait yang akan merobek bagian dalam tenggorokan sudah pasti akan mengerikan bagi Si Kecil.
Belum lagi beredar rumor, pengangkatan amandel juga bisa membuat kekebalan tubuh anak jadi tak optimal. Anak yang sudah diangkat amandelnya, dikatakan lebih mudah terserang penyakit ketimbang anak yang tak perlu menjalani operasi angkat amandel. Untuk yang terakhir, sudah pasti akan meresahkan para orangtua.
Menyikapi kesimpangsiuran mengenai radang amandel dan tindakan operasi pengangkatan amandel, dr. Fauzan Abdillah, Sp.THT-KL, spesialis Telinga Hidung & Tenggorok dari RS Ibu & Anak Hermina Jatinegara, Jakarta memaparkan yang benar mengenai operasi amandel.

Bukan Penyebab Turunnya Kekebalan Tubuh

Amandel adalah salah satu dari 3 pasang kelenjar penyaring kuman yang berada di sekitar rongga mulut. Kelenjar pertama berada di sekitar faring. Lalu, sepasang lagi di belakang hidung atau adenoid.
Dan terakhir yang kerap disebut amandel adalah kelenjar yang berada pada dasar lidah. Bila dilihat sepintas seperti tonjolan pada pangkal lidah, melekat di dinding tenggorok kanan dan kiri.
Biasanya radang amandel disertai demam tinggi (diatas 38,5 Celsius). Terlihat ada pembengkakan kelenjar di kanan kiri pangkal lidah dan bisa ditemukan bercak-bercak putih atau pernanahan. Terkadang juga disertai pembengkakan di daerah leher (jugular digastrik), bawah rahang kanan dan kiri. Kelenjar ini menghasilkan antibodi penghalau bakteri atau virus yang masuk dari udara, makanan, dan minuman. Namun, bila sering terkena infeksi, lapisan epitel permukaan yang memproduksi antibodi akan terkikis.
Di bagian ini pula bisa terbentuk jaringan ikat yang memiliki celah dan menjadi sarang kuman. Akibatnya, kuman sulit dibasmi dengan antibiotik. Nah, dari ketiga pasang kelenjar penyaring kuman rongga mulut tadi, kelenjar yang berada di dasar lidah yang paling sering meradang, dimana orang awam menyebutnya sakit amandel.
Menurut Fauzan, jika dilakukan pengangkatan kelenjar pada dasar lidah akibat radang, bukan berarti seseorang akan kehilangan kekebalan tubuhnya terhadap kuman. Fauzan mengingatkan, masih ada 2 pasang kelenjar lagi dengan fungsi pertahanan pada rongga mulut sebagai perintang kuman. Belum lagi, antikuman lain yang diproduksi tubuh.
Akibat Infeksi Kuman
Penyebab utama terjadinya radang amandel adalah infeksi bakteri atau jamur. Namun, infeksi ini tak berdiri sendiri, melainkan didahului infeksi virus yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Akibatnya, terjadilah infeksi sekunder oleh kuman.
Bila dikatakan sebagai ‘amandel sensitif’ atau rentan terkena radang amandel sebetulnya lebih banyak dipengaruhi kondisi fisik atau staminanya. Misalnya, pada beberapa orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Atau pada anak-anak yang memang status gizinya kurang baik.
“Intinya, jika badan fit, makan atau minum apapun tidak akan mudah menimbulkan infeksi pada amandel!” ungkap Fauzan. Kendati demikian, radang amandel tak ada hubungannya dengan alergi, karena alergi tidak menimbulkan infeksi sekunder oleh bakteri.
Tak Harus Diangkat
Radang amandel memang bisa menimbulkan bahaya, seperti radang telinga bagian tengah (otitis media) yang bisa menyebabkan sakit congek. Juga bisa memicu sinusitis bila disertai pilek yang tak sembuh-sembuh.
Selain itu, bila terjadi berulang dan berkepanjangan, bisa menyebabkan penyakit jantung rematik dan peradangan ginjal (glomerulonefritis). Maka, pertimbangan dokter mengangkat amandel yang bermasalah adalah untuk menghindari risiko tadi.
Namun, bukan berati menjadi mudah bagi dokter untuk memutuskan mengambil langkah operatif untuk kasus radang amandel. Ada beberapa kriteria yang dikatakan amandel perlu diangkat.
Pertama, bila dikatakan serangan radang tenggorokan terjadi lebih dari 7 kali selama setahun. Atau radang tenggorokan terjadi 5 kali setahun dalam 2 tahun berturut-turut. Kedua, bila radang amandel terjadi dan menyebabkan pasien mengalami kejang demam. Kondisi ini bisa mengakibatkan dampak lebih buruk bila tak segera ditangani.
Ketiga, radang amandel menyebabkan obstruksi (penyempitan saluran nafas), sehingga pasien mengalami sesak nafas. Atau radang amandel ditengarai menjadi penyebab henti nafas anak saat tidur.
Keempat, bila radang amandel menimbulkan kesulitan makan dan minum, menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan pada anak-anak. Kelima, bila radang amandel dicurigai sebagai keganasan. Biasanya dikenali dengan pembesaran amandel yang tak sama antara kanan dengan kiri. Namun, khusus yang terakhir, biasanya terjadi pada orang dewasa.
Bila sejumlah pertimbangan ini terpenuhi barulah dokter akan mengambil langkah operatif sebagai pilihan terakhir. “Sebenarnya bila diobati secara tepat dengan antibiotik yang sesuai, selama 3-6 minggu 17 persen anak-anak yang direncanakan akan dioperasi batal, karena sudah membaik,” ujar Fauzan.
Untuk batas minimum hingga harus dilakukan tindakan operasi, Fauzan mengatakan, tak terbatas pada usia tertentu. Namun, umumnya operasi pengangkatan amandel dilakukan kepada anak di atas usia 6 tahun. “Pertimbangannya, karena jika operasi dilakukan pada anak dibawah usia tadi akan menyulitkan perawatannya pasca operasi,” tandas Fauzan.
Penting Dihindari Pasca Operasi Amandel
Jika belum lewat 3 sampai 5 hari pasca operasi amandel, dr. Fauzan menyarankan agar pasien menghindari mengonsumsi beberapa jenis makanan. Tujuannya, agar bekas operasi tak terangsang atau mengakibatkan pembuluh darah terbuka kembali.
1. Makanan yang panas.
2. Makanan dengan konsistensi padat, misalnya keripik.
3. Makanan berpewarna dan bergula buatan.
4. Makanan yang memiliki rasa pedas.

Saturday, December 31, 2011

Birokrasi di Belanda

Duuhhh dah sejak 23 November 2011 ijin tinggal ku di Belanda habis, tapi sampai sekarang, 31 Desember belum juga dapat pengganti yang baru. Setiap kali ditanya ke IND (De Immigratie- en Naturalisatiedienst)mereka selalu bilang tunggu saja, paling 3 minggu lagi akan datang surat untuk menyuruh kamu ngambil verbijft yang baru. heeuuhhh lamanya kerjanya IND ini. Gawat juga kalau misalkan mau keluar negeri, apalagi sebentar lagi kita mau liburan ke Spain, kalo sampai Verblijft nya belum kelar juga bisa-bisa batal nih pergi jalan2. 


Ternyata birokrasi di Belanda ini bener2 panjang dan nyebelin. semuanya lama. BElum lagi urusan internet kita yang di Papendrecht. Kontrak kita dengan KPN cuma sampai 23 september 2011. Sejak July kita sudah bilang ke KPN kalau kita tidak mau perpanjang lagi service internetnya, karena kita sdh pindah ke Schiedam. Ternyata sampai sekarang kita tetep ditagih untuk membayar iuran bulanan. Heuuhhh londooooo londooo kalo urusan duit aja cepat diurusin, tapi kalau sampai kehilangan duit dibuta njelimet sampai kita pasrah. 


Urusan asuransi kita yang minta dinaikkin preminya dalam sehari langsung jadi, sedangkan urusan KPN kita yang minta diterminasi kontraknya sampai sekarang ga kelar2. heeuuhh manusia maruk, aneh bgt orang-orangnya.

Friday, December 30, 2011

Mufid minta adek

Tiba-tiba pagi ini Mufid minta satu keinginan yang sangat berat untuk dipenuhi.
Mufid : Mama, Mufid pengeeeeeennnnn bgt punya adek laki-laki
Mama : kenapa, kan DD udah ada Adek Mufid
Mufid : tapi kan DD cewek, Fid pengeeennn adek cowok.
Mama : Enggak ah Fid, ntar nakalnya sama ama Fid, pusing mama
Mufid : Mufid janji kok Ma. ga nakal lagi, ntar Fid ajarin adek cowok Fid itu biar ga nakal juga, jadi mama ga pusing.
Mama : bingung, mau jawab apa lagi...............:-)

Kalo papa tahu percakapan ini, pasti Papa langsung pro Mufid, soalnya Papa pengen banget punya anak satu lagi, sedangkan mama "NO WAY" cukup dua saja. Yang penting kualitas, bukan kuantitas.

Kadang memang ada keinginan untuk punya anak lagi, tapi rasanya untuk hamil di negeri kincir angin ini kok rasanya berat banget. Semua urusan harus kita yang ngerjain sendiri, gimana kalo nanti aku hamil yang kerjaannya muntah2 terus, ga kuat masak. Pasti semuanya terlantar, haahhh ga kebayang kacaunya keaadaan selama 9 bulan hamil, belum lagi nanti kalo sudah melahirkan hiiiiiiiiiiiii repoooottt.

Yang bikin ga mau hamil lagi pelayanan kesehatan disini. Memang bagus, aku akui tapi semuanya harus ditindaklanjuti dengan yang alamiah, kalau melahirkan sebisa mungkin senormal2nya. kalau ga bisa keluar dipaksa dengan vakum ,tang haahhh ngeri deh.

Maafin Mama yaa Pa, Mufid.................ga mau mengikuti keinginan mu.