Madinah
Hari pertama di Madinah kita berangkat ke mesjid nabawi sewaktu zuhur. Setelah paginya kita sarapan di al baik karena sarapan di hotel cuma sampai jam 7, dira dan mufid masih kecapekan jadi mereka bangun jam 8. Cuma papa aja yang brkt sholat subuh ke nabawi. Karena ga ada sarapan akhirnya kita pergi ke al baik, chicken fried yang terkenal enak itu, kata pak aziz di euromuslim hehheee
Ternyata al baik emang enak, kita beli yang paket family 8 potong ayam. Hmm lekker 😆😋 tepat jam 12 kita selesai makan di albaik dan langsung menuju nabawi. Ya Allah.....btapa indahnya pemandangan rumahMu. Selalu kangen ingin kembali ke sini. Sayangnya belum sampai di pintu masuk mesjid dah berkumandang azan. Dira kayaknya masih agak syok dgn orang orabg yang rame dan desak desakan. Akhirnya kita memilih sholat di luar mesjid. Selesai sholat kita balik lagi ke hotel karena anak anak kayaknya masih capek.
Selesai makan siang kita ke kamar istirahat lagi dan waktu asyar kita siap siap ke mesjid sampai magrib dan isya.
Hari kedua kita ke mesjid tetapi sehabis asyar anak anak pada ketiduran jadi bebas bisa ke mesjid dr magrib sampai isya. Alhamdulillah abis isya bisa langsung ke Raudhah. Ternyata jam 10 baru buka raudhah nya dan antriannya cukup lama ditambah lagi desak desakan dan susahnya ngatur ibu ibu dr negara lain yang tidak punya sabar. Utk kita dr asia sebaiknya ikut grup "bahasa melayu" karena orang orangnya lebih cool, denger aja "Ibu ibuuu dodok dodok"
Jam 12 akhirnya kelar juga dr Raudhah. Liat kiri kanan ga ada yg kenal, akhirnya nanya si mbak di sebelah tahunya dia dr dubai. Haahh nemu juga teman tuk plg ke mesjid. Tahunya mereka para pembantu pembantu dr dubai. Ga ada salahnya juga bareng mereka, lucu juga 😆
Sesampai di hotel dira dan mufid masih tidur sedangkan papa lagi ngobrol ma azzam sepupunya fariz di restorant.
Besok pagi kita siap siap berangkat ke Mekkah setelah sholat jumat. Jam 3 sire bus jalan ke Mekkah. Sesampai di Bir Ali kita bersih beraih dan niat umrah. Mufid dan Dira sangat excited, apalagi Mufid baru pertama pakai baju ihram dan dia sangat risih tanpa pakaian dalam. Jam 11 mlm kita dampai di hotel di Mekkah. Cukup jauh dr masjidil haram, kira kira 700 m. Kamarnya pun kecil bgt utk b4. Tapi gak masalah cuma utk beberapa hari saja. Kita makan malam dulu di hoyel dan siap siap umrah ke masjidil haram.
Jam 1:00 dini hari kota jalan ke masjidil haram. Brgitu masuk masjidil haram dr gate 1 king abdul aziz, dira dan mufid begitu terkesima melihat ka'bah. Mereka tak henti hentinya bertanya ttg ka'bah. Kita langsung tawaf di dekat ka'bah. Alhmadulillah Mufid dan Dira semangat sekali, mereka bs menyelesaikan 7 putaran tanpa mengeluh dan selalu berdoa. Ya Allah kabulkanlah doa kami.
Selesai tawaf kami lanjut sholat dua rakaat di belakang maqam ibrahim. Oiyaa dira dan Mufid terkagum kagum liat maqam ibrahim karena gedenya telapak kaki nabi ibrahim yg tercetak di batu itu. Kemudian kami istirahat minum air zam zam dan lanjut sa'i. Tiga putaran sai pertama Dira semangat tetapi selanjutnya dia mulai capek dan ngantuuuk bgt. Akhirnya gantian papa duluan sai bareng Mufid dan kemdian mama dan dira. Semua dah capek......ngantuk.....sampai jam 3:00 selesailah umrah kita.
Mau pulang ke hotel kagok bgt sayaang ntar ga subuh, akhirnya kita beli KFC dan makan di lapangan luar didekat mall terus sehabis makan lanjut sholat subuh. Kasian Mufid selama sholat subuh dua kali terjatuh karena ngantuk sekali. Sedangkan Dira dah terlelap enak di strollernya setelah abis sai. Sungguh mama papa bangga padamu nak....,,semoga jadi anak sholeh dan sholehah ya Yank.
Selesai subuh langsung balik ke hotel, kita tahalul dan langsung bablas tidur sampai zuhur.
Tuesday, July 8, 2014
Friday, May 9, 2014
Nadira graduated party
Berhubung Nadira ga keterima sekolah di Jubilee international school, sekolah yang sama dengan Mufid, akhirnya sejak 13 april 2014 Dira masuk sekolah di Educare Nursery. Hari pertama sekolah Dira sangat exciting. Sewaktu mama mau pulang, Dira sangat gembira dan sempat melambaikan tangannya ke mama. Alhamdulillah, ga nyangka Dira segitu mandirinya.
Pulang dr sekolah Dira lapor kalo tadi di sekolah kakinya ditusuk pake jarum pentul sama asisten guru karena ngobrol dengan temannya. Sebenarnya ga sakit banget tapi sakit dikit katanya. Kaget juga dengar cerita Dira. Cuma beberapa hari Dira ga nangis, setelah itu setiap kali berpisah dgn mama selalu dilepas dengan tangisan. Ga tahu kenapa apakah. Karena faktor bahasa baru atau kah faktor lingkungan baru dengan dengan jumalah anak anak laki laki lebih byk drpd perempuan.
Sampai sekarang setiap pergi sekolah selalu nego dan janji ga akan nangis. Kalo ga nangis boleh dapat kado belanja ke kedai sebelah apt, baqola. Kemaren adalah party graduation day karena di educare ini cuma sampai umur 4 thn dan setelah itu insya allah septermber dira akan masuk KG2 di jubilee international school.
Kemaren di party Dira ga mau makai jubah wisudanya sementara yang lain sudah memakai jubah. Tapi akhirnya dibujuk terus akhirny mau juga tetapi maunya mama selalu dkt dia. Makin lama mama berdiri di
ruangan itu semakin nambah tangisnya, akhirnya mama keluar diiringin tangis keras Dira. Sampai acara dimulai anak anak datang ke panggung beserta gurunya. Ini Photo Dira bersama gurunya,
tetapi akhirnya begitu papa datang langsung dira senyum dan senang sampai akhir acara.

ruangan itu semakin nambah tangisnya, akhirnya mama keluar diiringin tangis keras Dira. Sampai acara dimulai anak anak datang ke panggung beserta gurunya. Ini Photo Dira bersama gurunya,
tetapi akhirnya begitu papa datang langsung dira senyum dan senang sampai akhir acara.
Wednesday, March 12, 2014
Ibadah Hajjiku
tepat jam 12 malam datanglah bus ke hotel kami untuk membawa kami semua ke Mina. Sejak sore kita sudah siap siap di hotel untuk berangkat. Tetapi beberapa kali diundur undur sampai akhirnya jam 12 malam kami disuruh naik bus. yang kita bawa cuma ransel yang berisi bekal untuk selama 5 hari di Mina dan sleeping bag. Pada saat semua disuruh jalan ke bus, tiba tiba si papa pengen ke toilet. Disaat itulah terjadi pergolakan dalam hati, disatu sisi aku disuruh buru buru naik ke bus dan disisi lain, suamiku manaaa??? dan yang parahnya ransel suami dibawain oleh Pak Winarna kepala romobongan ke jalan tempat bus berhenti. Tetapi begitu ditanya ga ada yang tahu dimana tasnya. Sedangkan suami belum juga datang. Gelap dan galauuuuu...............Begitu bus pas mau berangkat barulah suami datang dan tasnya juga belum tahu dimana. Aku cuma bisa pasrah kalau hilang tasnya gimana dengan pakaian ihram didalamnya?? alhamdulillah, Mini teman sekelompok teriak dari jendela bus, Dewiiiiii ini tas nya Yopiiii. alhamdulillah barulah dengan tenang kita naik bus dan ternyata di bus pun terjadi kesalahpahaman antara orang travel gulf reizen dengan Pak James salah satu jamaah kita. ORang tersebut dgn kasar bilang kalau bapak bapak dilarang duduk. aneehhh bgt managementnya harusnya semua orang dapat duduk, tapi malahan semua bapak bapak harus berdiri.
sesampai di Mina ternyata kita dapat tenda dibagian belakang dan yang anehnya di tenda kita ditambah 8 orang lain orang Indonesia yang ga tahu dari mana datangnya. sesaknyaaa di satu tenda yang sempit harus tidur sebanyak 18 orang. aku terpaksa tidur ditenda bagian pinggir dan nyaris di tanah. ya Allah aku cuma bisa menangis ke teh Irma, baru saja haji mau dimulai, dah berat rasanya.
Besoknya kita seharian di Mina sholat dan baca quran. Dan besoknya kita siap siap ke Arafah dengan naik bus pagi pagi sekali, Alhamdulillah di arafah lumayan nyaman. tetapi tendanya tidak berkarpet cuma tikar plastik saja. Disini kami mulai beristighfar dari zuhur sampai magrib. Sholat pun di qasar tetapi tidak di jamak. Selesai sholat zuhur kita mendengar ceramah sari ketua gulf reizen yang sayangnya berbahasa turki. sepulang dari Arafah kita naik bus menuju muzdalifah. sesampai di muzdalifah kita sholat magrib dan isya yang di jamak qasar. dan kemudian kami di persilakan untuk tidur dan istirahat. baru sekali ini aku merasakan tidur berasalakan sleeping bag di atas tanah dan beratapkan langit. Ya Allah sungguh tidak ada yang membedakan umatmu dikeadaaan seperti ini.
selesai sholat subuh, kita lanjut jalan kaki ke arah jumrah untuk melempar jumratul aqabah. tetapi kita putuskan untuk pulang dulu ke tenda di Mina karena kita membawa banyak tas da nrasel yang katanya susah untuk masuk ke areal jumrah kalau terlalu banyak barang. Kemudian kita jalan kali dari tenda 21 tempat kita nginap di Mina ke arah jumrah yang kira kira 3 km jaraknya. Panas terik tidak menghalangi niat kami karena kami berjalan sambil menyebut namaNya. "labaika allahumma labaik......."
sesampai di jumrah kami berpencar dan berkumpul lagi di tongggak 570. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan kami bisa balik lagi ke tenda untuk istrahat untuk persiapan besok melempar jumrathul ula, wusta dan aqabah,
sesampai di Mina ternyata kita dapat tenda dibagian belakang dan yang anehnya di tenda kita ditambah 8 orang lain orang Indonesia yang ga tahu dari mana datangnya. sesaknyaaa di satu tenda yang sempit harus tidur sebanyak 18 orang. aku terpaksa tidur ditenda bagian pinggir dan nyaris di tanah. ya Allah aku cuma bisa menangis ke teh Irma, baru saja haji mau dimulai, dah berat rasanya.
Besoknya kita seharian di Mina sholat dan baca quran. Dan besoknya kita siap siap ke Arafah dengan naik bus pagi pagi sekali, Alhamdulillah di arafah lumayan nyaman. tetapi tendanya tidak berkarpet cuma tikar plastik saja. Disini kami mulai beristighfar dari zuhur sampai magrib. Sholat pun di qasar tetapi tidak di jamak. Selesai sholat zuhur kita mendengar ceramah sari ketua gulf reizen yang sayangnya berbahasa turki. sepulang dari Arafah kita naik bus menuju muzdalifah. sesampai di muzdalifah kita sholat magrib dan isya yang di jamak qasar. dan kemudian kami di persilakan untuk tidur dan istirahat. baru sekali ini aku merasakan tidur berasalakan sleeping bag di atas tanah dan beratapkan langit. Ya Allah sungguh tidak ada yang membedakan umatmu dikeadaaan seperti ini.
selesai sholat subuh, kita lanjut jalan kaki ke arah jumrah untuk melempar jumratul aqabah. tetapi kita putuskan untuk pulang dulu ke tenda di Mina karena kita membawa banyak tas da nrasel yang katanya susah untuk masuk ke areal jumrah kalau terlalu banyak barang. Kemudian kita jalan kali dari tenda 21 tempat kita nginap di Mina ke arah jumrah yang kira kira 3 km jaraknya. Panas terik tidak menghalangi niat kami karena kami berjalan sambil menyebut namaNya. "labaika allahumma labaik......."
sesampai di jumrah kami berpencar dan berkumpul lagi di tongggak 570. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan kami bisa balik lagi ke tenda untuk istrahat untuk persiapan besok melempar jumrathul ula, wusta dan aqabah,
Tuesday, March 11, 2014
Masa penantian sebelum haji di Mekkah
Dari tanggal 7 Oktober sampai tgl 13 Oktober (8 Zulhijjah) Kita selalu berusaha beribadah sebanyak banyaknya di Masjidil haram. Sungguh nikmat yang tiada tara yang kita rasakan bisa beribadah di rumah Allah, masjidil Haram. Subuh, zuhur, asyar, magrib dan Isya kita usahakan sholat di mesjid.
Biasanya setiap jam 3:30 kita bangun dan siap siap ke mesjid untuk sholat subuh. Perjalanan dari hotel ke mesjid cukup jauh dan cukup mengeluarkan keringat. Kira kira 1.5 km. Biasanya kita pergi bareng teh irma dan uda satria, Rahmi dan Andri. Beberapa hari kita selalu sholat di luar mesjid bahkan pernah di bawah tiang tiang bangunan yang lagi dibangun. Apalgi kalau sholat zuhur diluar mesjid sungguh suatu perjuangan yang berat, panaas dan debu.
Pada suatu hari jumat kita pernah sholat di dekat kita ada seorang ibu ibu tua yang pingsan tetapi tidak ada satupun ambulance dan tim medis yang datang. Orang orang disekelilingnya mencoba membantu dengan segala upaya. Kami berpikir alangkah sayangnya kalau tim medis tidak bisa dihubungin dalam keadaan seperti ini, seharusnya pemerintah Saudi Arabia membuat sistem dimana kalau terjadi apa apa ada tim medis yang diap sedia untuk ditelpon dan segera membantu. Memang kita dalam keadaan haji semuanya diserahkan kepadaNya, tetapi kalau ada sarana kesehatan yang lebih baik maka kemungkinan korban ibadah haji akan lebih sedikit.
Setiap pagi setelah pulang dari mesjid biasanya kami pulang ke hotel untuk sarapan pagi. Untuk beberapa hari memang sarapan ala turki (roti, salad, sayur dan buah) lumayan mengenyangkan. tetapi untuk tiap hari selama 3 minggu arapan ala begini tanpa ada variasi enegggg juga hahaaa
Biasanya jam 11 kita ada tausiah yang biasa diadakkan di musholla didekat restaurant di hotel atau di kamar salah satu dari kita.
Tausiah diberikan oleh ustad Khalid, seorang hafiz alquran. Konon ceritanya nama aslinya bukanlah khalid, tetapi Slamet :-) tetapi sejak dia kuliah di Universitas Madinah jurusan Hadist, namanya diganti oleh proffesornya menjadi Khalid karena papanya bernama Walid. Lebih pas namanya Khalid bin Walid, seperti sahabat nabi yang pemberani dalam perang. Ustad khalid berasal dari sulawesi. Beliau sangat muda mungkin baru 23 tahun dan sudah menikah dgn satu orang anak. Topik ceramahnya selalu menarik dan menyentuh hati kita, Bahasanya bagus,sistematik dan enak di dengar.
Kalau ada tausiah maka kami pun batal pergi sholat zuhur ke masjidil haram dan sholat berjamaah di hotel. Begitu jam 2 kami segera siap siap ke mesjid untuk sholat asyar dan sebelumnya kami menyempatkan dira makan di restoran indonesia didepan hotel. Disini dijual lontong, soto, rendang, gado gado yaahh cukup unntuk mengobati kangen ke makanan indonesia :-)
beberapa kali mencoba mencium hajar aswad tetapi tetap saja gagal karena penuhnya orang orang begitu juga dengan sholat di hijir ismail. Susah sekali untuk mencapai ke daerah sana karena orang orang rame sekali dan besar besar.
Begitu tgl 8 djulhijjah kami berangkat ke Mina untuk nginap di tenda...............dimulailah perjuangan melaksanakan hajji.
Biasanya setiap jam 3:30 kita bangun dan siap siap ke mesjid untuk sholat subuh. Perjalanan dari hotel ke mesjid cukup jauh dan cukup mengeluarkan keringat. Kira kira 1.5 km. Biasanya kita pergi bareng teh irma dan uda satria, Rahmi dan Andri. Beberapa hari kita selalu sholat di luar mesjid bahkan pernah di bawah tiang tiang bangunan yang lagi dibangun. Apalgi kalau sholat zuhur diluar mesjid sungguh suatu perjuangan yang berat, panaas dan debu.
Pada suatu hari jumat kita pernah sholat di dekat kita ada seorang ibu ibu tua yang pingsan tetapi tidak ada satupun ambulance dan tim medis yang datang. Orang orang disekelilingnya mencoba membantu dengan segala upaya. Kami berpikir alangkah sayangnya kalau tim medis tidak bisa dihubungin dalam keadaan seperti ini, seharusnya pemerintah Saudi Arabia membuat sistem dimana kalau terjadi apa apa ada tim medis yang diap sedia untuk ditelpon dan segera membantu. Memang kita dalam keadaan haji semuanya diserahkan kepadaNya, tetapi kalau ada sarana kesehatan yang lebih baik maka kemungkinan korban ibadah haji akan lebih sedikit.
Setiap pagi setelah pulang dari mesjid biasanya kami pulang ke hotel untuk sarapan pagi. Untuk beberapa hari memang sarapan ala turki (roti, salad, sayur dan buah) lumayan mengenyangkan. tetapi untuk tiap hari selama 3 minggu arapan ala begini tanpa ada variasi enegggg juga hahaaa
Biasanya jam 11 kita ada tausiah yang biasa diadakkan di musholla didekat restaurant di hotel atau di kamar salah satu dari kita.
Ibu ibu yang lagi konsentrasi mendengarkan pengajian dari ustad Khalid
Tausiah diberikan oleh ustad Khalid, seorang hafiz alquran. Konon ceritanya nama aslinya bukanlah khalid, tetapi Slamet :-) tetapi sejak dia kuliah di Universitas Madinah jurusan Hadist, namanya diganti oleh proffesornya menjadi Khalid karena papanya bernama Walid. Lebih pas namanya Khalid bin Walid, seperti sahabat nabi yang pemberani dalam perang. Ustad khalid berasal dari sulawesi. Beliau sangat muda mungkin baru 23 tahun dan sudah menikah dgn satu orang anak. Topik ceramahnya selalu menarik dan menyentuh hati kita, Bahasanya bagus,sistematik dan enak di dengar.
Kalau ada tausiah maka kami pun batal pergi sholat zuhur ke masjidil haram dan sholat berjamaah di hotel. Begitu jam 2 kami segera siap siap ke mesjid untuk sholat asyar dan sebelumnya kami menyempatkan dira makan di restoran indonesia didepan hotel. Disini dijual lontong, soto, rendang, gado gado yaahh cukup unntuk mengobati kangen ke makanan indonesia :-)
Sesudah makan kami pun berame rame pergi ke mesjid sampai dari asyar sampai isya kami bertaaruf di mesjid tanpa pulang ke hotel. Sungguh nyaman berada di rumah allah yang maha indah dan besar ini.
Hotel kita berada di daerah al jumayzah, melewati Al Maala cemetary, di jalan la masjidil al haram, 1.5 km dari marwa gate masjidil haram. Kita sering sholat di mesjid bagian sai lantai atas untuk sholat subuh sedangkan untuk sholat zuhur dan asyar sampai isya seringnya di gate 84 karena dekat dengan mall untuk makan siang. Satu kekurangan yang dirasakan di dalam masjidil haram adalah jauhnya toilet, jadi kalau setelah sholat magrib kita ingin keluar ke toilet jangan harap lagi bisa masuk lagi ke mesjid untuk sholat isya, karena gate sudah di tutup oleh security dan terpkasa sholat di luar, ataupun di mall.
Kita pernah berkunjung ke perpustakaan yang konon katanya rumah dimana nabi muhammad lahir dan kita juga dapat beberaoa buku tafsir yang sangat menarik utnuk dibaca dan ada dalam berbagai bahasa. sesudah zuhur atau sesudah asyar kita sering melakukan tawaf dan sesudah magrib menjelang isya. Setiap tawaf bisa di niatkan untuk hadiah kepada seseorang. Sungguh nikmatnya orang mekkah yang bisa bertawaf setiap waktu. PAda suatu hari kami tawaf bareng dengan teh irma dan da satria sesudah asyar dengan harapan bisa sholat di depan ka'bah. Alhamdulillah terlaksana. BEgitu kita tawaf 6 keliling terdengar azan magrib, kita langsung berhenti tawaf dan langsung duduk di saf ke lima dari depan ka'bah. Semua orang marah karena haram perempuan untuk sholat di depan ka'bah tetapi karena sudah tidak bisa keluar lagi dari syaf maka kamipun diam saja dan terus sholat. Aku dan teh irma sholat diantara si Papa dan da satria. Alhamdulillah sampai selesai sholat kita tetap bisa sholat disana dan begitu selesai sholat kita langsung jalan dan tawaf lagi satu keliling.
Begitu tgl 8 djulhijjah kami berangkat ke Mina untuk nginap di tenda...............dimulailah perjuangan melaksanakan hajji.
Dira Demam
Sejak Sabtu Dira demam, panasnya lumayan tinggi tetapi Dira masiiih aja bisa main dan ketawa seperti biasa walaupun di wajahnya terlihat sayu dan letih. Setiap panas mama selalu kasih paracetamol dan sejam setelah itu demamnya turun dan ceria lagi. Tetapi mulai Senin kemaren tidak seperti biasanya, demam Dira ga turun walaupun dikasih paracetamol. Akhirnya malam jam 10 kita bawa ke rumah sakit dekat rumah Al Raha Hospital. Alhamdulillah masih ada pediatrics "Dr Amin". Beliau memeriksa Dira dan menurut dia Dira kena infeksi tenggorokan yang lumayan parah. Dan juga kaki dan tangan Dira yang sering sakit bukanlah karena growing pain, tetapi karena kekurangan vitamin D.
Kemudian Dira dibawa ke ruangan rawat untuk di suntikkan antibiotik, diambil darah untuk test penyebab sakit dan kaki dan juga di infus selama 2 jam. Ga tega liat Dira disuntik dan diinfus gitu tetapi semua demi kesehatan Dira. Ga nyangka juga bakalan serius seperti ini karena di Belanda kalau demam seperti ini mana pernah ditindak lanjutin seperti ini, paling disuruh pulang dan istirahat kalau demamnya karena virus. Atau dikasih sebotol antibiotik kalau karena radang tenggorokan.
Sesampai di rumah Dira langsung tertidur pulas sampai pagi jam 10 pagi :-) Begitu bangun mama langsung kasih antibiotik, paracetamol dan voltaen dari anal yang dikasih dokter semalam. Alhamdulillah seharian Nadira ceria sampai akhirnya malamnya kita pergi dinner ke Etihad tower rumahnya Lyra. Tetapi di rumah Lyra, kelihatan Nadira ga enak badan, ga mau makan dan ga mau main sama sekali. Kasian banget.......
tepat jam 9 malam Dira seperti kedinginan semua badannya merinding, sampai akhirnya menggigil hebat. Ya Allah,,,,,,,,,,, kenapa anakku?? Akhirnya minta paracetamol ke Lyra dan Lyra langsung siapin kompresan. Dan yang lebih tenangnya disana ada Amy yang berprofesi dokter di Indonesia. Katanya sekarang lagi musim panas tinggi dan kejang dan akhirnya sampai masuk ICU dan koma, astagfirullahalAdzim. Setelah Nadira tenang dari menggigilnya dan dia tertidur barulah kita turun ke bawah dan naik taxi pulang. Sesampai di rumah Nadira dikasih antibiotik dan kemudian tertidur pulas sampai pagi ini.
Ya Allah sembuhkanlah anakku ya Allah, dan jauhkanlah kita semua dari semua virus virus yang berbahaya tersebut ya Allah, amiin amiin ya rabbal alamiinn.
Tuesday, February 4, 2014
Perjalanan hajiku menuju Mekkah
Tepat tgl 6 oktober 2013 adalah hari yang ditunggu tunggu selama ini. Hari ini hari minggu, dari pagi sampai sore ku tak lupa berdoa supaya Allah melancarkan perjalanan suci ini dan diberi kesempatan utk bertemu anak dan keluargaku kembali. Hari ini jam 2 siang masih sempat aku mengantarkan sepeda ke elfurkan, sekolah Mufid di Schiedam utk dijual ke Malika seharga 130 Euro. Disela sela kesibukan mempersiapkan diri ke tanah suci, kita juga disibukkan oleh persiapan utk meninggalkan kakek nenek bersama mufid dira di schiedam selama kita di tanah suci. Salah satunya adalah membeli mesin cuci baru yang sudah seminggu rusak.
Tepat jam 4 sore, Nia dudy dan dyaz anaknya datang ke rumah kita. Mereka datang untuk melepAs kepergian kita. Tak lama kemudian Nisa pun datang bersama rahman dan disusul oleh medit bersama papanya. Oh indahnya kebersamaan ini. Karena kita ga siap siap sama sekali utk menyambut tamu, jadinya kita hanya menghidangkan apa adanya.
Kedatangan mereka sungguh membuat hatiku terhibur. Terima kasih sahabat sahabatku tercinta. Tepat jam 7 malam pak Marco lubeek dan Ridho datang ke rumah utk menghantarkan kita ke schiphol airport. Ya allah terima kasih sudah memberi kita keluarga baru di tanah belanda ini.
Akhirnya jam 7:30 aku harus meninggalkan kakek nekek mufid dira menuju tanah suci. Tak terbayangkan perasaan waktu itu, rasanya berat banget meninggalkan mereka di schiedam, tapi itu harus dilawan karena itu semua godaan syethan. Kutitipkan anak anakku dan orang tuaku kepadaMu ya Allah.
Sesampai di schiphol ya ampuuun banyaknya teman teman yang melepas keberangkatan kita, termasuk mbak diyah dan pak deden, teh risah dan pak didin dan keluarga indonesia di amsterdam lainnya. Senengnya dan bersyukur diberi kesempatan berangkat haji dari negara yang nonmuslim ini terasa sangat istimewa.
Jam 12 malam pesawat kita take off menuju istambul turki. Tepat jam 3 dini hari kita sampai di istambul. Dipesawat ini kita duduk ya terpisah pisah, tetapi alhamdulillah pak Salim dan mbak ninis juga terpisah jadi kita tukaran duduk dengan dia jadi bisa duduk dekatan. Sesampai di istambul kita langsung ke mesjid untuk sholat subuh dan siap siap berganti pakaian ihram. Wuihh toet di dekat mesjid di airport istambul sangat sangat jorok dan bau. Karena itu uda langsung ngajak ke atas nyari toilet lain yNg lebih manusiawi. Alhamdulillah begitu keluar lift didepan mesjid langsung ketemu food court dan yang penuh org berpakaia. Ihram dan disebelah kanan nya ketemu toilet yang haru. Dan bersih. Tetapi karena sedang dibersihkan kita disuruh ke toilet lantai tiga. Lega, ga antri dan harum. Dengan nyaman kita bersih bersih dan berwudhuk dgn tenang. Selesai uda berganti pakaian ihram kita turun lagi ke mesjid tadi menggunakan toilet didepan food court utk sholat subuh. Semua ibu ibu mengeluhkan bau toiletnya, ttp dgn santai kita bilang kita ganti pakaian di toilet atas, semua pada nyesel antri di toilet mesjid itu hehhee
Sesudah sholat subuh kita naik bersama sama 21 orang indonesia ke ata utk menunggu jam 8 pagi menunggu pesawat ke jeddah. Dalam menunggu tersebut kita makan gireng tempe dan tahu mbak ninis yang enaak bgt dan makan bolu kukusnya mini yang ga kalah enak. Grup kita dipimpin oleh ustad winarna. jamaah yang ikut adalah pasangan pak james dan bu irma, pak farid dan ibunya aminah, mini dan zainal, jamal dan kakaknya mbak fifi dan istrinya fania, teh irma dan uda satria, rahmi dan andri, pak salim dan mbak ninis, pak tholib sendiri, mbak ike dan pak heri, aku dan suami.
Sembari menyantap makanan ringan utk ganjal perut utk sarapan kita diisi daurah oleh pak Win. Aneh rasanya liat bapak bapak berpakaian ihram , serasa melihat org yang siap utk meninggal dengan kain putih menempel di badan.
Tepat jam 8 kita berangkat menuju pesawat dan surpriseee pas liat seat number, aku dan uda duduk di seat 1a dan 1b yang artinya kita duduk di kelas bisnis. AlhamdulillaaaH, lumayan istirahat nyaman melepas kelelahan karena bergadang semalam. SementAr yang lain duduk di seat paling belakang. Karena kita cehck in di schiphol paling akhir akhirnya kita ga kebagian seat lagi sehingga dikasih kursi extra paling depan, alhamdulillah, permulaan yang sangat bagus, terima kasih ya Allah ya rahman ya rahiim.
Sepanjang perjalanan kita berusaha berzikir. Membaca doa doa yang telah diajarkan selama manasik. TetPi uda nyaman bgt tertidur pulas karena kursiny bisa direbahkan sampai seljrus tempat tidur, dan kursiny juga bisa dinyalakan mesin pemijit punggunh, wuih nyamannya hehheee ketahuan belum pernah naik bisnis. Ternyat sesuai dengan harganya. Di pesawat turkish airline ini khususny di bisnis class banyak jamaah haji dari kazachstan.. Hampir semua nenek nenek tua. Merek bolak balik nanya ke pramugari tentang miqat sampai sampai pramugarinya marah dan menyuruh mereka duduk dan diam. Memang mereka berhak bertanya dan sudah tugas pramugarilah melayani mereka dengan baik, tetapi pramugari turkish airlines ini cendrung kasar dan tidak menghormati penumpang.
Begitu sampai di miqat pramugari mengumumkan utk berniat utk umrah. Semua jamaah kazachstan langsung sholat dua rakaat ihram. Tetapi karena di manasik diajarkan itu suatu bidah maka kita berdua cuma berniat dan mulai bertalbiah "labaika allahumma labaik, labaika laasharika laka labaik, innal hamda wa nikmati laka wal mulk laa syariikalah. Cuma air mata yang bisa menetes mensyukuri nikmat kebesaran Allah yang telah mengizinkan kita berdua menjadi tamu allah di tanah suci mekkah ini.
Tepat jam 12 siang kita sampai di jeddah, airport ya lumayan bagus. Tetapi begitu keluar airport langsung kerasa panas 35 derjat, antrian bus yang panjang dan suasana yang kacau balau dan suara orang fab yang keras seperti berantem. Tiba tiba datang supir dari gulf reizen, travel agent kita utk menyuruh kita mnegumpulkN passport dan diserahkan ke petugas haji. Di negara yang sepertinya tidak ada aturan begini ngeri juga ngasih passport, tetapi serahkan saja ke Dia. Kita diberi uang sebanyak 900 reyal utk naik turun bus haji selama di mekkah. Setelah koffed koffed kita dibawa kita disuruh tunggu. Menunggu sesuatu yang ga jelas, sampai jam 6 baru kita dapat bus. Heuuhh bener bener ga ada management yang bagus. Ratusan jamaah haji harus menunggu kedatangan bus nya ditengah siang ya g panas dan tanpa ac begini.
Setelah naik bus ternyata ada 12 turkish yNg ikut dg. Kita dan ada 15 kazachtan ikut di bus kita. Tetapi yang anehnya orang kazachstan diantarkan terlebih dahulu, kemudian turkish dan terakhir kita. Jam 11 malam barulah sampai di hotel kita gang letaknya di aljumAizah, lira kira 1,7 km dr masjid haram, dibelakAng al murfiq hotel di jalan ke arah kuburan maala dari mesjidil haram.
Semua barang diturunkan dan masing masing kita menuju kamar yang telah ditetapkan sebelumnya. Terjadi keanehan pertama karena pertAmanya kita diatur sekamar per tiga orang ternyata sekarang satu kamar berlima. Aku sekamar dengan bu irma yang sangat kei uan, mbak fifi yang suka menghibur dvn cerita cerita lucunya, rahmi yang rajin ke mesjid dan teh irma yang sakit sakitan karena kena ac heheheee
Kita disuruh langsung bersih bersih dan istirahat sebentar utk melaksanakan umrah jam 1 malam nya. Selesai mandi dan segar kita telah siap berangkat ke masjid haram. Begitu masuk masjid haram melewati lantai dasar sai berdebar jantung sekeras kerasnya karena mau melihat ka'bah.
Ya allah alangkah besarnya nikmatmu padaku yang telah mengizinkan ku menjadi tamuMu. Begitu sampai di ka'bah langsung kita memulai thawaf dimulai dari hajar aswad yang ditandai lampu hijau dengan mengucapkan bismillahi allahu akbar.
Putaran pertama, kedua dan seterusnya uda mulai mengarah ke hajar aswad, tetapi ya allah ramenya tamuMu, sehingga hambamu ini ingin memegang hajar aswad sampai kehabisan nafas. Tetapi salah strategi, seharusnya ku peluk uda dr belakang bukan nya ga dengan tangan, karena ini tidak kuat dan senada jalannya. Begitu hampir sampai ke hajar aswad kira kira 1.5 meter lagi datang calo indonesia mo nawarin bantuan utk mencium batu tsb, ttapi kit sudah dipesAnkan sewaktu manasik utk tidak menerima tawaran tsb karena memaksa kita hrs berdesak desak an, sikut kanan kiri utk sampai di batu tsb, sungguh bukan perbuatan terpuji. Makanya akhirnya karena kehabisAn nafas tergenjet dari kanan kiri dan belakang, uda memutuskan utk keluar dari keramaian dan melanjutkan tawaf di lapisan luar kabah.
Selanjutnya kita sholat di maqam ibrahim dan dilanjutkan Sai, alhamdulillah sebelum subuh kita dah selesai umrah dan lansung sholat subuh dan sehabi itu kita pulang untuk beristirahat
Tepat jam 4 sore, Nia dudy dan dyaz anaknya datang ke rumah kita. Mereka datang untuk melepAs kepergian kita. Tak lama kemudian Nisa pun datang bersama rahman dan disusul oleh medit bersama papanya. Oh indahnya kebersamaan ini. Karena kita ga siap siap sama sekali utk menyambut tamu, jadinya kita hanya menghidangkan apa adanya.
Kedatangan mereka sungguh membuat hatiku terhibur. Terima kasih sahabat sahabatku tercinta. Tepat jam 7 malam pak Marco lubeek dan Ridho datang ke rumah utk menghantarkan kita ke schiphol airport. Ya allah terima kasih sudah memberi kita keluarga baru di tanah belanda ini.
Akhirnya jam 7:30 aku harus meninggalkan kakek nekek mufid dira menuju tanah suci. Tak terbayangkan perasaan waktu itu, rasanya berat banget meninggalkan mereka di schiedam, tapi itu harus dilawan karena itu semua godaan syethan. Kutitipkan anak anakku dan orang tuaku kepadaMu ya Allah.
Sesampai di schiphol ya ampuuun banyaknya teman teman yang melepas keberangkatan kita, termasuk mbak diyah dan pak deden, teh risah dan pak didin dan keluarga indonesia di amsterdam lainnya. Senengnya dan bersyukur diberi kesempatan berangkat haji dari negara yang nonmuslim ini terasa sangat istimewa.
Jam 12 malam pesawat kita take off menuju istambul turki. Tepat jam 3 dini hari kita sampai di istambul. Dipesawat ini kita duduk ya terpisah pisah, tetapi alhamdulillah pak Salim dan mbak ninis juga terpisah jadi kita tukaran duduk dengan dia jadi bisa duduk dekatan. Sesampai di istambul kita langsung ke mesjid untuk sholat subuh dan siap siap berganti pakaian ihram. Wuihh toet di dekat mesjid di airport istambul sangat sangat jorok dan bau. Karena itu uda langsung ngajak ke atas nyari toilet lain yNg lebih manusiawi. Alhamdulillah begitu keluar lift didepan mesjid langsung ketemu food court dan yang penuh org berpakaia. Ihram dan disebelah kanan nya ketemu toilet yang haru. Dan bersih. Tetapi karena sedang dibersihkan kita disuruh ke toilet lantai tiga. Lega, ga antri dan harum. Dengan nyaman kita bersih bersih dan berwudhuk dgn tenang. Selesai uda berganti pakaian ihram kita turun lagi ke mesjid tadi menggunakan toilet didepan food court utk sholat subuh. Semua ibu ibu mengeluhkan bau toiletnya, ttp dgn santai kita bilang kita ganti pakaian di toilet atas, semua pada nyesel antri di toilet mesjid itu hehhee
Sesudah sholat subuh kita naik bersama sama 21 orang indonesia ke ata utk menunggu jam 8 pagi menunggu pesawat ke jeddah. Dalam menunggu tersebut kita makan gireng tempe dan tahu mbak ninis yang enaak bgt dan makan bolu kukusnya mini yang ga kalah enak. Grup kita dipimpin oleh ustad winarna. jamaah yang ikut adalah pasangan pak james dan bu irma, pak farid dan ibunya aminah, mini dan zainal, jamal dan kakaknya mbak fifi dan istrinya fania, teh irma dan uda satria, rahmi dan andri, pak salim dan mbak ninis, pak tholib sendiri, mbak ike dan pak heri, aku dan suami.
Sembari menyantap makanan ringan utk ganjal perut utk sarapan kita diisi daurah oleh pak Win. Aneh rasanya liat bapak bapak berpakaian ihram , serasa melihat org yang siap utk meninggal dengan kain putih menempel di badan.
Tepat jam 8 kita berangkat menuju pesawat dan surpriseee pas liat seat number, aku dan uda duduk di seat 1a dan 1b yang artinya kita duduk di kelas bisnis. AlhamdulillaaaH, lumayan istirahat nyaman melepas kelelahan karena bergadang semalam. SementAr yang lain duduk di seat paling belakang. Karena kita cehck in di schiphol paling akhir akhirnya kita ga kebagian seat lagi sehingga dikasih kursi extra paling depan, alhamdulillah, permulaan yang sangat bagus, terima kasih ya Allah ya rahman ya rahiim.
Sepanjang perjalanan kita berusaha berzikir. Membaca doa doa yang telah diajarkan selama manasik. TetPi uda nyaman bgt tertidur pulas karena kursiny bisa direbahkan sampai seljrus tempat tidur, dan kursiny juga bisa dinyalakan mesin pemijit punggunh, wuih nyamannya hehheee ketahuan belum pernah naik bisnis. Ternyat sesuai dengan harganya. Di pesawat turkish airline ini khususny di bisnis class banyak jamaah haji dari kazachstan.. Hampir semua nenek nenek tua. Merek bolak balik nanya ke pramugari tentang miqat sampai sampai pramugarinya marah dan menyuruh mereka duduk dan diam. Memang mereka berhak bertanya dan sudah tugas pramugarilah melayani mereka dengan baik, tetapi pramugari turkish airlines ini cendrung kasar dan tidak menghormati penumpang.
Begitu sampai di miqat pramugari mengumumkan utk berniat utk umrah. Semua jamaah kazachstan langsung sholat dua rakaat ihram. Tetapi karena di manasik diajarkan itu suatu bidah maka kita berdua cuma berniat dan mulai bertalbiah "labaika allahumma labaik, labaika laasharika laka labaik, innal hamda wa nikmati laka wal mulk laa syariikalah. Cuma air mata yang bisa menetes mensyukuri nikmat kebesaran Allah yang telah mengizinkan kita berdua menjadi tamu allah di tanah suci mekkah ini.
Tepat jam 12 siang kita sampai di jeddah, airport ya lumayan bagus. Tetapi begitu keluar airport langsung kerasa panas 35 derjat, antrian bus yang panjang dan suasana yang kacau balau dan suara orang fab yang keras seperti berantem. Tiba tiba datang supir dari gulf reizen, travel agent kita utk menyuruh kita mnegumpulkN passport dan diserahkan ke petugas haji. Di negara yang sepertinya tidak ada aturan begini ngeri juga ngasih passport, tetapi serahkan saja ke Dia. Kita diberi uang sebanyak 900 reyal utk naik turun bus haji selama di mekkah. Setelah koffed koffed kita dibawa kita disuruh tunggu. Menunggu sesuatu yang ga jelas, sampai jam 6 baru kita dapat bus. Heuuhh bener bener ga ada management yang bagus. Ratusan jamaah haji harus menunggu kedatangan bus nya ditengah siang ya g panas dan tanpa ac begini.
Setelah naik bus ternyata ada 12 turkish yNg ikut dg. Kita dan ada 15 kazachtan ikut di bus kita. Tetapi yang anehnya orang kazachstan diantarkan terlebih dahulu, kemudian turkish dan terakhir kita. Jam 11 malam barulah sampai di hotel kita gang letaknya di aljumAizah, lira kira 1,7 km dr masjid haram, dibelakAng al murfiq hotel di jalan ke arah kuburan maala dari mesjidil haram.
Semua barang diturunkan dan masing masing kita menuju kamar yang telah ditetapkan sebelumnya. Terjadi keanehan pertama karena pertAmanya kita diatur sekamar per tiga orang ternyata sekarang satu kamar berlima. Aku sekamar dengan bu irma yang sangat kei uan, mbak fifi yang suka menghibur dvn cerita cerita lucunya, rahmi yang rajin ke mesjid dan teh irma yang sakit sakitan karena kena ac heheheee
Kita disuruh langsung bersih bersih dan istirahat sebentar utk melaksanakan umrah jam 1 malam nya. Selesai mandi dan segar kita telah siap berangkat ke masjid haram. Begitu masuk masjid haram melewati lantai dasar sai berdebar jantung sekeras kerasnya karena mau melihat ka'bah.
Ya allah alangkah besarnya nikmatmu padaku yang telah mengizinkan ku menjadi tamuMu. Begitu sampai di ka'bah langsung kita memulai thawaf dimulai dari hajar aswad yang ditandai lampu hijau dengan mengucapkan bismillahi allahu akbar.
Putaran pertama, kedua dan seterusnya uda mulai mengarah ke hajar aswad, tetapi ya allah ramenya tamuMu, sehingga hambamu ini ingin memegang hajar aswad sampai kehabisan nafas. Tetapi salah strategi, seharusnya ku peluk uda dr belakang bukan nya ga dengan tangan, karena ini tidak kuat dan senada jalannya. Begitu hampir sampai ke hajar aswad kira kira 1.5 meter lagi datang calo indonesia mo nawarin bantuan utk mencium batu tsb, ttapi kit sudah dipesAnkan sewaktu manasik utk tidak menerima tawaran tsb karena memaksa kita hrs berdesak desak an, sikut kanan kiri utk sampai di batu tsb, sungguh bukan perbuatan terpuji. Makanya akhirnya karena kehabisAn nafas tergenjet dari kanan kiri dan belakang, uda memutuskan utk keluar dari keramaian dan melanjutkan tawaf di lapisan luar kabah.
Selanjutnya kita sholat di maqam ibrahim dan dilanjutkan Sai, alhamdulillah sebelum subuh kita dah selesai umrah dan lansung sholat subuh dan sehabi itu kita pulang untuk beristirahat
Our 4th chapter of life - Abu Dhabi
Jumat 10 January, jam 11.30 malam kita mendarat di International airport Abudhabi. Sungguh suatu hal yang tidak di sangka ternyata kita harus menunggu sampai jam 02:00 dini hari karena residence visa kita yang asli belum ada di petugas imigrasi di airport. Ternyata si Papa kelupaan nyerahin ke petugasnya dan harus menunggu beliau menjemput dokumen tersebut ke rumah yang jaraknya cukup jauh.
Hasilnya nyampe rumah jam 2:30 dini hari. Mufid dan Dira tetap excited melihat abu dhabi walapun terkantuk kantuk. Alhamdulillah ya Allah atas semua nikmatmu kepada kami sehingga kami bisa melihat bumiMu yang luas ini.
Sabtu dan Minggu kita sibuk beli beli keperluan rumah dan furniture. Sedikit demi sedikit kami mencicil membeli furniture sesuai dengan selera kami. Pada hari Minggu kebetulan long weekend karena maulid nabi sehingga masih panjag waktu untuk melepas kangen dengan Papa yang sejak tgl 23 November dah berangkat ke Abu dhabi meninggalkan kami bertiga di Indonesia.
Senen pagi kita pergi ke Jubilee international school tempat Mufid dan Dira mau melanjutkan sekolah. Anehnya hari itu langsung disuruh masuk sekolah, tidak seperti yang kita bayangkan karena disini sangat sulit untuk masuk sekolah. Ternyata berita bagus ini berubah menjadi berita buruk karena pihak sekolah menelpon kami untuk menunggu hasil keputusan dari ADEC ; Abu Dhabi Education Centre untuk menentukan Mufid keterima sekolah atau tidak. Sedangkan Dira pasti tidak diterima karena tidak ada transfer certificate dari Sekolah di Belanda.
Akhirnya Mufid ga sekolah selama seminggu, sampai hari senen depannya kami mencoba menghubungin Jubilee mengenai kelanjutan status Mufid, akhirnya Senin, 20 January 2014 Mufid boleh bersekolah. Hari itu Mufid menerima buku text book 8 biji yang tebalnya minta ampun dan 3 pasang baju seragam. Suatu hal yang baru untuk Mufid pergi sekolah berseragam dan membawa koper ke sekolah karena bukunya yang banyak dan berat. Cckkk ckkk kasian Mufid, kecil kecil pelajarannya sungguh berat. Terutama untuk bahasa arab benar benar berat karena mama ga bisa juga ngajarin dia bahasa arab.
Semoga Mufid sukses di sekolah ya Nak, walaupun harus belajar bahasa inggris lagi dan ditambah bahasa arab, tapi mama yakin, mufid anak pinter.
Hasilnya nyampe rumah jam 2:30 dini hari. Mufid dan Dira tetap excited melihat abu dhabi walapun terkantuk kantuk. Alhamdulillah ya Allah atas semua nikmatmu kepada kami sehingga kami bisa melihat bumiMu yang luas ini.
Sabtu dan Minggu kita sibuk beli beli keperluan rumah dan furniture. Sedikit demi sedikit kami mencicil membeli furniture sesuai dengan selera kami. Pada hari Minggu kebetulan long weekend karena maulid nabi sehingga masih panjag waktu untuk melepas kangen dengan Papa yang sejak tgl 23 November dah berangkat ke Abu dhabi meninggalkan kami bertiga di Indonesia.
Senen pagi kita pergi ke Jubilee international school tempat Mufid dan Dira mau melanjutkan sekolah. Anehnya hari itu langsung disuruh masuk sekolah, tidak seperti yang kita bayangkan karena disini sangat sulit untuk masuk sekolah. Ternyata berita bagus ini berubah menjadi berita buruk karena pihak sekolah menelpon kami untuk menunggu hasil keputusan dari ADEC ; Abu Dhabi Education Centre untuk menentukan Mufid keterima sekolah atau tidak. Sedangkan Dira pasti tidak diterima karena tidak ada transfer certificate dari Sekolah di Belanda.
Akhirnya Mufid ga sekolah selama seminggu, sampai hari senen depannya kami mencoba menghubungin Jubilee mengenai kelanjutan status Mufid, akhirnya Senin, 20 January 2014 Mufid boleh bersekolah. Hari itu Mufid menerima buku text book 8 biji yang tebalnya minta ampun dan 3 pasang baju seragam. Suatu hal yang baru untuk Mufid pergi sekolah berseragam dan membawa koper ke sekolah karena bukunya yang banyak dan berat. Cckkk ckkk kasian Mufid, kecil kecil pelajarannya sungguh berat. Terutama untuk bahasa arab benar benar berat karena mama ga bisa juga ngajarin dia bahasa arab.
Semoga Mufid sukses di sekolah ya Nak, walaupun harus belajar bahasa inggris lagi dan ditambah bahasa arab, tapi mama yakin, mufid anak pinter.
Subscribe to:
Posts (Atom)

