Wednesday, May 22, 2013

Summer tapi serasa winter

Hari ini, tgl 23 Mei tapiiiii masiih ada aja suhunya serasa winter, kapan panasnya yaaa???

Saturday, April 20, 2013

Diploma A zwemmen

Hari ini, hari yang ditunggu-tunggu, baik oleh Mufid ataupun Mama. Sejak Oktober 2011, Mufid belajar berenang (Zwemles) di Groenord Schiedam. Untuk mendapatkan diploma A zwemmen, Setiap anak harus melalui 4 pool/Badje dengan kedalaman yang berbeda. Badje 1 : 60 cm, badje 2 : 80 cm dan badje 3 en 4 : 3.5 meter. Perjalanan zwemles Mufid tidak bisa dibilang lancar, karena Mufid harus mengulang Badje 3 dua kali, dengan alasan badannya tidak lurus sewaktu berenang gaya punggung. Dan setelah naik Badje 4, Mufidpun harus mengulang kembali karena Mufid off selama 2 bulan selama tangannya patah. Akhirnya hari ini, tanggal 20 April 2013 setelah 1.5 tahun akhrnya Mufid layak mengikuti zwemexamen diploma A. Senyum bahagia terpancar di wajahnya, terima kasih sayang, akhirnya kamu berhasil. Mama selalu sayang sama Mufid, sampai kapanpun.

Friday, March 22, 2013

Mufid ulang tahun ke 7

Mufidku sayang, selamat ulang tahun ke 7 anakku sayang! Allahummajál aulaadana kulluhum shaalihan wa thaaátan : Ya Allah jadikanlah anak anakku orang yang sholeh dan taat beribadah. Wa ummuruhum thowiilan = panjangkanlah umurnya War zughum waasián = luaskanlah/lapangkanlah rezkinya Waúquuluhum zakiyyan = cerdaskanlah akalnya Wa quluubuhum katsiiran naafián = karuniakan/ berikanlah ilmu uang banyak dan bermanfaat wa jasaaduhum shihhatan wa áafiyatan : sehatkanlah jasmaninya Birahmatika yaa arhamar raahimiin : Dengan rahmat Mu yang pengasih lagi penyayang.

Thursday, February 7, 2013

flu alias griep

Senen tgl 5 feb kemaren, tiba tiba juf nya Mufid nelpon katanya Mufid demam, jd tlg dijemput. Langsung

Monday, January 28, 2013

Mufid arm is gebroken

Mufid sayangku,

Hari kami kemaren seperti biasa dari jam 4 sore sampai jam 5 Mufid pergi latihan judo. Tetapi sayang sekali ini mama ga bisa melihat Mufid latihan judo, karena dd rewel dan ngantuk. akhirnya setelah anterin Mufid Judo, mama harus balik ke rumah nemenin didi bobok. Jam 5 kurang mama datang lagi ke tempat Mufid judo yang jaraknya cuma 50 meter dari apartment kita.

Sepulang dari Judo, seperti biasa Mufid ceria dan becanda dengan teman temannya. Bahkan sempat sempatnya perang snow ball dengan teman teman Judonya. Yang nambah Mufid gembira, karena pada hari ini Mufid dapat surat untuk ujian kenaikan tingkat di Judo. Alhamdulillah, insya Allah minggu depan Mufid dah bisa punya ban Baru, ban kuning.

Sesampai di rumah, seperti biasa Mufid nonton, istirahat abis Judo, terus sholat magrib dan lanjut makan malam. tidak ada kulihat kerancuan ataupun keanehan apapun dari Mufid. Jam 8 malam, Mufid masuk kamarnya dan begitu juga didi masuk kamarnya sendiri sendiri. Mereka tertidur lelap sampai pagi jam 7.30 am dibangunin mau sekolah. Tetapi begitu bangun Mufid langsung mengeluhkan tangannya sakit dibagian siku. Aku kira itu cuma sakit biasa kehimpit pas tidur, tanpa pikir panjang aku kasih counterpain dan Mufid pergi sekolah seperti biasa. Tetapi sepanjang di sekolah yang kebetulan aku juga ada kegiatan di ouder room, bia melihat Mufid bermain dengan teman temannya. sepnajang di sekolah, aku melihat Mufid selalu menggendong tangan kirinya. Sepulang sekolah aku lihat Mufid tetap kesakitan. tetapi aku masih berpikir itu cuma keseleo, aku tetap kasih counterpain. Seharusnya jumat sore Mufid pergi zwemles, teapi karena tangannya sakit, Mufid ijin tidak pergi zwemles.

Sore ini aku lihat tidak ada perbedaan significant antara siku kiri dan siku kanan, tidak merah, tidak biru, tidak bengkak. Hmmm...............aku mulai berpikir kemungkinan zondagarmje. malamnya mulai Mufid tidak bisa tidur dan harus menelan paracetamol dua kali supaya bisa tidur. Pagi jam 7 kita langusng bawa Mufid ke UGD Vlietland Ziekenhuis.

Sesampai di ziekenhuis ini, masih sepi dan tidak ada siapa-siapa. Alhamdulillah ketemu seorang wanita setengah baya yang baik dan mengantarkan kita ke unit gawat darurat. Sesampai disana petugas UGD menanyakan. "heb jij een afspraak met de huisart?" tenta saja tidak punya toch.... akhrinya kita disuruh ke loket sebelah tempat huisarten posten. Sesampai disana tidak ada seorangpun di recepsionitnya. Saya menekan belnya dan datang seorang perempuan. Dia menayakan hal yang sama, "heb jij een afspraak maken?"saya bilang tentu saja tidak punya, justru saya ke sini mau bikin afspraak kayak yang disuruh bagian UGD tadi.

Ee dia malahan ngasih selebaran brousur dan menyuruh saya bikin afsprak by phone. Aneh banget prosedurnya, beda banget dengan negara saya yang kalau sesuatu yang emergency langsung ditanganin tanpa afsprak afsprak - an :-(. Begitu di telpon, ditanya semua data Mufid dan kenapa sampai nelpon emergency, akhirnya kita diberitahu kalau jam 8 lewat 10 dokter akan datang memanggil kita.

Setelah menunggu lebih dari 30 menit, akhirnya datang perawat yang memanggil Mufid. Dengan ramahnya dia mempersilahkan kita masuk ke salah satu ruangan yang penuh tempat tidur yang dibatasi dengan gorden pada masing-masing ruangannya.


  Di ruangan ini aku dan Mufid menunggu dokternya................ya ampuunnn lebih kurang se jam baru dokternya datang. Saya tidak mengerti kenapa selama ini prosesnya, padahal tidak ada pasien emergency lainnya. Di luar saya dengar gelak tahu senda gurau yang menandakan mereka banyak yang stand by tidak ada kerjaan karena tidak ada pasien, tetapi kenapa kita dibiarkan menunggu selama ini, sementara Mufid kesakitan. Heuuuhhhh negara birokrat banget, keseeeeellllllll.

Sejam sudah kita menunggu, akhirnya dokternya datang, dengan ramah menanyakan semua kejadian, dan menyuruh Mufid buka baju dan dia muai memeriksa. Kelihatan kalau siku kiri Mufid mulai memerah dan membengkak. Dokternya mengirim kita ke bagian X-ray. Mufidpun mulai di photo, dan ternyata..........................tulang antara bahu dan siku, bagian bawahnya patah. Haaahhh............serasa ga percaya. Dokternya mulai mengintrospeksi aku, menanyakan situasi di rumah, semuanya yang berhubungan dengan kegiatan Mufid dan keadaan rumah kita. Karena dia belum menemukan penyebab patahnya tangan Mufid. Akupun bingung, sampai sekarang masih menjadi tanda tanya besar. Dia bahkan sampai menanyakan apakah ada peristiwa di rumah yang mengakibatkan tangan Mufid patah, *apa dia mikir KDRT yaaa??* alhamdulillah, rumah kita jauh dari KDRT atau kekerasan apapun itu :-)*

Akhirnya Mufid di bawa ke ruangan gips untuk diberi gips supaya tangannya tidak bergerak bebas dan cepat sembuh, selesai di gips kita boleh pulang.



Sebelum pulang Mufid dikasih paracetamol oleh dokternya, dan dipesankan supaya membikin afsprak untuk ketemu dokter minggu depan, Mandag.

Cepat sembuh ya sayang, Mama sayang banget ama Mufid.
















Friday, September 28, 2012

September kelabu

September..............
biasanya bulan ini penuh ceria karena aku lahir di bulan ini. Tapi September tahun ini benar benar September yang sedih. Starting tanggal 1 September, uda sakit demam. Setelah 3 hari demam meriang ga jelas, akhirnya keluarlah bentol bentol berisi air. Yaahh ini mah cacar air, tapi ngeliat yang tumbuh dikit banget, kita berasumsi yaahh ga berat nih sakitnya. Ternyata hari keuda dan ketiga keluarlah semua bentol bentolnya di seluruh tubuh termasuk mulut dan telinga. kasian banget liat Uda kesakitan tiap hari. mulai dari ga bisa nelan, kepala sakit sampai telinga sakit. Untung ada cairan mentol di kulkas bekas cacar air nya Nihal anaknya Rina jadi bisa untuk menahan gatal selama sabtu dan Minggu. Begitu Senen pagi, langsung nelpon huisart kita, tetapi kecewa sungguh kecewa, tnyata huisart kita masih liburan sampai 9 september. heehhh seminggu lagiii??? terus kita telpon dokter pengganti, tapi sungguh mengecewakan lagi, tnyata ga ada yang angkat telpon.

Akhirnya tanya ke teh Irma, dan teh Irma minta tolong Pak Deden tuk menelponkan dokternya. akhirnya berhasil, tetapi sekali lagi bikin kecewa, dokternya bilang ga perlu ketemu dokter, silakan ambil obat yang telah dia resepkan nanti sore jam 3. Heuuhh takut ketularan kali nih dokter. Sore sehabis menjemput dd dan mufid sekolah, langsung bersepeda ke huisart ngambil obat papa. ternyata obatnya sama dengan cairan mentol yang dipakai sejak awal keluar bentol bentol.

Uda sakit, si roody pun sakit, haahh byk bgt yang diurus. akhirnya kamis tgl 6 september harus ke bengkel BMW ngurus Roody. Untung uda dah mulai mendingan. selain sibuk ngurus pasien disini, ibu dan apa pun sibuk di rumah, ngurus bu bako yang terbaring di rumah sakit sejak seminggu sebelum lebaran. Yaahh bu bako dari hari ke hari menurun drastis kondisinya, sampai pada tgl 8 september ibu kabarkan kalo bu bako koma. Innalillah, ya allah berilah kesehatan buat ibuku tersayang. Kondisi Uda mulai membaik, alhamdulillah. Tapi kondisi bu bako menurun dan akhirnya keluar muntah darah ke semua lobang.

Tgl 10 Sept, jam 2 dini hari, aku terbangun karena belum sempat sholat isya karena harus menidurkan dd dan akhirnya ikutan tertidur :-). Begitu bangun, kebiasaan ku minum air putih dan ga sengaja iseng liat hp yang berdering dering karena notification facebook dari teman teman ngucapin selamat ulang tahun. Tapi begitu liat kenapa account whatsapp banyak sekali. langusng aku buka whatsapp, belum sempat kebaca semuanya.......................langsung ku menangis, innalillahi wainna ilaihi rajiun.

Ibu bako, ibu yang baik hati, yang selalu adil memperlakukan kita, telah dipanggil oleh yang Khalid. Ibuuuu......................tangispun ga bisa kutahan, terlintas semua kejadian selama aku liburan summer kemaren di bukittinggi. Entah kenapa, pulang kemaren seriiiinngg banget ke garegeh. pikiranku selaluuu ke Ibu. Sampai sempat nganterin ibu ambil pensiun terakhirnya ke BPD, terus main ke garegeh, buka puasa bareng sama ibu. Benar benar ga nyangka kalau itulah pertemuan terakhir ku dengan ibu bako. Oh ibuuuu...................semoga ibu disana mendapatkan rumah yang lebih indah dari rumah di dunia, keluarga yang lebih menyayangi ibu daripada kami dan semoga semua amal ibadah ibu diterima Allah dan semua kesalahan ibu diampuni oleh Nya, amiiinn ya rabbal á'lamin.

tanpa ibu, ga akan ada lagi buka bareng di garegeh, tanpa ibu ga akan ada lagi tape hitam yang paling enak sedunia, heuuhh kebayang pas buka puasa 4 agustus 2012 kemaren, ibu masih sempat masakin ketan buat kita makan tape hitam, karena aku ga sempat mampir ke pasar beli lemang. oh ibuuuuu.......................masih segar diingatan ku gaya ibu yang suka kedinginan, pake baju berlapis lapis, pake kaus kaki tebal. Ibu yang suka ceritain pengalaman ku waktu kecil yang pengen nginap di Garegeh, tapi ternyata jam 1 malam nangis nangis minta dianterin pulang ke Ibu Apa. Terpaksa ibu nyetop mobil apa aja yang lewat, karena ga mungkin jalan kaki sejauh itu. Yaahh yang lewat cuma ada truk penjara. akhrinya numpang truk penjara, duduk di depan dekat supirnya. wiiiii senangnya hatiku begitu nyampe di halaman rumah, dan bilang ke Ibu. "Bu, i dah nyampe di rumah, ibu boleh pulang lagi ke garegeh" hihihiiii...........lucu banget ceritanya, dan setiap buka bareng selalu di ulang2 ibu cerita ini. Pokoknya jadi legedaris deh ceritanya hahaaa.........

Ibu ga pernah berlaku pilih kasih, contohnya kalo di adat minang kalo anak pertama khatam quran maka dari pihak bako (kakak papa) harus kasih ayam jago dan duit. tapi karena ibu orangnya adil, dari kakakku yang pertama sampai aku, sampai adekku semuanya dapat ayam jagi dan duit yang sama banyaknya. :-) Ibu ga mau ntar dikira pilih kasih. Oh ibukuu......betapa banyak yang harus ku pelajari dari ibu.

Selamat jalan Ibu, walaupun hari itu hari ulang tahunku tapi aku merasa sangat sangat sedih. Itulah umur, dalam satu hari ada yang bertambah umurnya dan ada yang tidak lagi dikasih Allah umur. Ya Allah betapa besar nikmat umur engkau berikan kepadaku, berilah aku petunjuk sehingga nikmat umur yang engkau berikan kepadaku ini tidaklah sia sia, amiiinn. Rencananya aku tidak mau bikin kue ulang thnku, karena sedih sekali. Tapi Mufid, didi dan papa pengen ngucapin selamat ulang tahun tapi harus ada kue. yaahhhh dengan berat hati akhirnya kue ulang tahun pun selesai. Senangnya DD dan Mufid bisa tiup kue ulang tahun mama. Terima kasih sayangku, DD dan Mufid dan suamiku tercinta, Yopi. I love U All!!

Tanggal 11 uda masuk kantor, walaupun muka bentol bentol kayak macan, tapi tetap PD aja. Alhamdulillah seminggu berlalu, dua minggu berlalu, Mufid dan dd sehat sehat saja. Waahh kt bersyukur juga ga ada yang sakit. eee tapi seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 19 September, kaget liat bentol bentol di pantat didi. Ya Allah.................ternyata didi ketularan. duuhh kasian kalo sampai kayak uda. besoknya langsung keliatan di sekitar mulutnya. Tapi alhamdulillah, dd ceria dan tidak terlalu berat seperti uda. bentol bentolnya dikit kok.