Tuesday, May 8, 2012

Switzerland

Geneva day 1

Jumat 4 May 2012, kita berangkat ke Swiss naik pesawat dari Schipol. Karena nyampe hotelnya sudah malam, jadi kt rencana besoknya jalan jalan di kota geneva dan ngelilingin Lec Leman. ( Danau Leman). Hari pertama di Swiss kita naik mini train di seputar danau, tapi sayang Didi bobok di atas buggy nya jadi dia ga sadar kalo kita dah naik train, padahal dia pengen sekali. begitu selesai ngelilingin danaunya, barulah didi bangun dan ngajak naik train lagi hihihii...... jadinya mama ama Uda Fid aja naik train nya.


Berhubung hari itu ada lomba marathon UNICEF di Geneva jadinya kita ikutan nonton marathon sekalian menikmati pemandangan Jet dÉau dari pinggir sungai.



Didi dada mulai beraksi diphoto, bergaya dengan berbagai gaya sampai akhrinya liat carousel di dekat danau. setelah naik sekali putaran tetep aja minta lagi dan lagi.......



Dan ga lupa kita berfoto di flower clock di English Park di pinggir danau. Heeuhh DD masih bobok aja, jadinya ga ikutan bphoto disini. Mufidpun ga mood bphoto karena ngantuk. jadinyaaa yaah berdua aja deh.


setelah puas menikmati sekitar danau, kita naik turun tram dan bus ke UN building, tapi sayang kesorean jadu ga bisa masuk ke dalamnya.


setelah itu kita naik bus lagi ke arah bel air dan jalan ke old town, waaee ternyata di old town gedung nya lebih bagus bagus dan teratur. Ga kayak kebanyakan gedung gedung di Geneve rada ga rapi. tapi perjalanan ke old town naik turun wuiihh capek bgt ndorong buggy didi sementara dd nya wuenak tidur hehhee



capek bgt seharian jalan di kota Geneve, akhrinay ktia memeutuskan pulang ke hotel. untuk disambung besoknya yang rencananya pergi Chamonix mont blacn untuk main sky. Slaap lekker mijn kinderen!! love U both.

 se

Wednesday, January 18, 2012

Buat aku dan suamiku untuk mengasuh Mufid dan DD dengan positif

Sungguh menakjubkan bagaimana orangtua yang bahagia dan positif akan menghasilkan anak yang tumbuh menjadi pribadi yang mempesona.
Berikut ini adalah rahasia pengasuhan anak secara positif:
1. Untuk membesarkan anak yang sehat dan bahagia, ajarilah anak untuk mencintai dan menyayangi dirinya sendiri. Caranya: Perhatikan diri Anda sendiri terlebih dahulu. Selalu sediakan waktu bagi diri Anda pribadi di tengah kesibukan harian Anda. Sediakan waktu bagi Anda untuk berolahraga, merawat diri, dan meluangkan waktu bagi pengembangan pribadi Anda. Sadarkah Anda bahwa orangtua yang tidak menghargai dirinya sendiri akan membesarkan anak dengan sifat serupa!
2. Luangkan waktu yang berkualitas setiap hari. Talmud berkata "Setiap helai rumput punya malaikat yang membungkuk di atasnya dan berbisik,”Tumbuh, tumbuh!" Pemberian terindah dari orang dewasa adalah menjadi malaikat itu bagi seorang anak yang istimewa. Tunjukkan betapa Anda sungguh bergembira atas kehadirannya. Jadilah ‘Ahli gembira’ bagi putra-putri Anda. Ubahlah waktu mengerjakan tugas harian menjadi momen yang berharga dan istimewa. Bernyanyi, memeluk, berbagi tawa dan cerita dapat membuat saat-saat biasa menjadi tak terlupakan.
3. Jadilah pendengar yang baik. Hal ini bukanlah hal yang mudah bagi orangtua. Betapa sering orangtua menyela dan sibuk dengan nasehat-nasehat bahkan pada saat anak belum selesai berbicara? Simpanlah kekuatiran-kekuatiran Anda pada saat mendengarkan. Cobalah untuk mendengarkan anak Anda sepenuhnya tanpa menghakimi. Anda perlu menahan diri untuk tidak memikirkan atau memberikan pendapat Anda sendiri. Dengarkan mereka dengan hati yang terbuka dan penyayang. Lupakanlah diri Anda dan tempatkanlah diri Anda pada sudut pandang anak Anda. Ajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai ganti dari memberikan pendapat. Cara orangtua mendengarkan tanpa menghakimi akan membuat anak merasa diterima dan dimengerti.
4. Seringlah tertawa, sebab kegembiraan itu menular! Anggaplah pada saat ini diri Anda terpilih untuk melakukan tantangan “30 hari tersenyum bersama keluarga!” Anda akan menyaksikan keajaiban dari kegembiraan dan kasih sayang yang Anda bawa kepada orang-orang di sekitar Anda. Buatlah momen sehari-hari menjadi luar biasa berkat kegembiraan dan semangat yang Anda bawa ke dalamnya.
5. Berilah pengakuan dan penghargaan. Latihlah mulai dari diri Anda sendiri untuk memberikan penghargaan terhadap setiap keberhasilan, bahkan yang paling kecil sekalipun, yang telah Anda lakukan hari ini. ‘Pagi ini saya berhasil bangun lebih pagi untuk berolahraga,’ ‘Setelahnya saya berhasil menyiapkan sarapan dan mengantarkan putra saya ke sekolah tanpa terlambat.’ ‘Hari ini saya berhasil sabar menghadapi putra saya.’ Ajarlah diri Anda untuk memberikan penghargaan yang tulus atas tugas-tugas sederhana yang berhasil Anda selesaikan. Penghargaan ini akan memberi semangat baru dalam hidup Anda untuk menjalankan tugas yang lebih besar. Luangkanlah waktu 5 menit bagi diri Anda setiap harinya untuk memikirkan dan menuliskan kesuksesan-kesuksesan yang telah Anda raih hari ini. Rasakanlah bagaimana hidup Anda berubah, nikmatilah semangat baru yang mengisi setiap kegiatan Anda. Bagikanlah penghargaan ini juga kepada anak-anak Anda. Berikanlah pujian, pengakuan dan penghargaan yang tulus kepada mereka. Ingat, penghargaan yang baik menekankan pada tindakan, bukan pada prestasi yang dicapai. Ungkapkan penghargaan Anda secara antusias, sungguh-sungguh, dan penuh cinta. ‘Horeee.. putriku ingat membereskan tempat tidur. Hip, hip, horee.. .ia bahkan membantu ibu menyapu lantai!’ Berikan pelukan terbesar yang dapat diterimanya. Pengakuan dan pujian yang tulus mempunyai kekuatan untuk mengubah!
6. Disiplinkan anak dengan hormat. Ajarkanlah anak turut bertanggung jawab atas tugas-tugas rutin dalam rumah tangga. Anak yang secara aktif turut dilibatkan dalam tugas rutin dalam rumah tangga pada masa dewasanya akan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar. Perbaiki kesalahan mereka dengan kelembutan namun Anda harus terus-menerus konsisten. Berikan konsekuensi yang wajar dari pelanggaran dengan tujuan untuk mengajarkan tanggung jawab. Janganlah memarahi apalagi mempermalukan anak di depan orang lain atas kesalahan yang mereka perbuat. Ajaklah mereka ke tempat sepi untuk berbicara hanya empat mata dengan Anda. Berikan pengertian sejelas-jelasnya mengapa tindakannya salah. Mintalah anak meminta maaf bila ia berbuat salah. Anda pun perlu meminta maaf kepada anak di saat-saat Anda bersalah atau melalaikan janji Anda kepada mereka. Disiplinkanlah anak tanpa menunjukkan kuasa dan kemarahan Anda, maka anak akan belajar tumbuh dengan pengendalian diri yang tinggi. Sampaikan pesan kepada mereka bahwa meskipun perilaku mereka masih perlu ditingkatkan, namun Anda sebagai orangtua tetap menyayangi dan menyukai mereka.
7. Berilah ruang bagi putra-putri Anda untuk melakukan kesalahan. Ingatlah, bahwa setiap orang, apalagi seorang anak, berhak untuk melakukan kesalahan. Kesalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran. Temukanlah kebaikan dalam kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan, maka anak Anda akan belajar untuk berani berjuang menghadapi tantangan dan resiko.
8. Jalani hidup Anda dengan nilai-nilai yang pasti: kejujuran, tanggung jawab, dan semangat saling membantu. Tunjukkanlah dalam keseharian Anda bagaimana Anda selalu konsisten dengan nilai-nilai ini. Libatkan juga putra-putri Anda dalam kegiatan sosial yang secara rutin Anda lakukan. Putra-putri Anda pun akan tumbuh dengan karakter positif yang kuat dalam diri mereka.
9. Fokuskanlah perhatian Anda pada hal-hal yang berjalan benar. Milikilah keyakinan yang meneguhkan keluarga Anda di saat-saat sulit. Anak-anak Anda akan belajar menjadi pribadi yang optimis dan bersyukur setiap hari. Latihlah sikap positif dengan menemukan hal-hal positif dalam setiap hari Anda dan bersyukurlah atasnya selalu. Cintailah anak Anda dengan tulus tanpa syarat, dan ungkapkanlah besarnya kasih sayang Anda tersebut kepada mereka. Anak yang berada dalam kasih sayang yang tulus akan tumbuh dengan lebih bergembira, percaya diri, menyenangkan, serta dapat diandalkan.

Tuesday, January 3, 2012

Radang Amandel, operasi ga ya?


Kemaren dari dokter THT (KNO-Art) negbahas tentang operasi amandek DD, heehh jadinya kita disuruh mikir dulu sampai 24 January, apakah mau dioperasi atau ga. nemu artikel bagus nih.
 
 
Posted date : July 15, 2009
Pada anak-anak usia balita hingga menjelang remaja, kasus radang amandel seolah menjadi momok tersendiri. Bila ternyata hal ini sudah kerap terjadi, orang awam kerap menyebutnya dengan “amandelnya sensitif”. Ujung-ujungnya, dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan si amandel yang kerap mengganggu.
Vonis mengangkat amandel, biar bagaimanapun akan mendatangkan teror tersendiri kepada anak. Bayangan pisau bedah dan kait yang akan merobek bagian dalam tenggorokan sudah pasti akan mengerikan bagi Si Kecil.
Belum lagi beredar rumor, pengangkatan amandel juga bisa membuat kekebalan tubuh anak jadi tak optimal. Anak yang sudah diangkat amandelnya, dikatakan lebih mudah terserang penyakit ketimbang anak yang tak perlu menjalani operasi angkat amandel. Untuk yang terakhir, sudah pasti akan meresahkan para orangtua.
Menyikapi kesimpangsiuran mengenai radang amandel dan tindakan operasi pengangkatan amandel, dr. Fauzan Abdillah, Sp.THT-KL, spesialis Telinga Hidung & Tenggorok dari RS Ibu & Anak Hermina Jatinegara, Jakarta memaparkan yang benar mengenai operasi amandel.

Bukan Penyebab Turunnya Kekebalan Tubuh

Amandel adalah salah satu dari 3 pasang kelenjar penyaring kuman yang berada di sekitar rongga mulut. Kelenjar pertama berada di sekitar faring. Lalu, sepasang lagi di belakang hidung atau adenoid.
Dan terakhir yang kerap disebut amandel adalah kelenjar yang berada pada dasar lidah. Bila dilihat sepintas seperti tonjolan pada pangkal lidah, melekat di dinding tenggorok kanan dan kiri.
Biasanya radang amandel disertai demam tinggi (diatas 38,5 Celsius). Terlihat ada pembengkakan kelenjar di kanan kiri pangkal lidah dan bisa ditemukan bercak-bercak putih atau pernanahan. Terkadang juga disertai pembengkakan di daerah leher (jugular digastrik), bawah rahang kanan dan kiri. Kelenjar ini menghasilkan antibodi penghalau bakteri atau virus yang masuk dari udara, makanan, dan minuman. Namun, bila sering terkena infeksi, lapisan epitel permukaan yang memproduksi antibodi akan terkikis.
Di bagian ini pula bisa terbentuk jaringan ikat yang memiliki celah dan menjadi sarang kuman. Akibatnya, kuman sulit dibasmi dengan antibiotik. Nah, dari ketiga pasang kelenjar penyaring kuman rongga mulut tadi, kelenjar yang berada di dasar lidah yang paling sering meradang, dimana orang awam menyebutnya sakit amandel.
Menurut Fauzan, jika dilakukan pengangkatan kelenjar pada dasar lidah akibat radang, bukan berarti seseorang akan kehilangan kekebalan tubuhnya terhadap kuman. Fauzan mengingatkan, masih ada 2 pasang kelenjar lagi dengan fungsi pertahanan pada rongga mulut sebagai perintang kuman. Belum lagi, antikuman lain yang diproduksi tubuh.
Akibat Infeksi Kuman
Penyebab utama terjadinya radang amandel adalah infeksi bakteri atau jamur. Namun, infeksi ini tak berdiri sendiri, melainkan didahului infeksi virus yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Akibatnya, terjadilah infeksi sekunder oleh kuman.
Bila dikatakan sebagai ‘amandel sensitif’ atau rentan terkena radang amandel sebetulnya lebih banyak dipengaruhi kondisi fisik atau staminanya. Misalnya, pada beberapa orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Atau pada anak-anak yang memang status gizinya kurang baik.
“Intinya, jika badan fit, makan atau minum apapun tidak akan mudah menimbulkan infeksi pada amandel!” ungkap Fauzan. Kendati demikian, radang amandel tak ada hubungannya dengan alergi, karena alergi tidak menimbulkan infeksi sekunder oleh bakteri.
Tak Harus Diangkat
Radang amandel memang bisa menimbulkan bahaya, seperti radang telinga bagian tengah (otitis media) yang bisa menyebabkan sakit congek. Juga bisa memicu sinusitis bila disertai pilek yang tak sembuh-sembuh.
Selain itu, bila terjadi berulang dan berkepanjangan, bisa menyebabkan penyakit jantung rematik dan peradangan ginjal (glomerulonefritis). Maka, pertimbangan dokter mengangkat amandel yang bermasalah adalah untuk menghindari risiko tadi.
Namun, bukan berati menjadi mudah bagi dokter untuk memutuskan mengambil langkah operatif untuk kasus radang amandel. Ada beberapa kriteria yang dikatakan amandel perlu diangkat.
Pertama, bila dikatakan serangan radang tenggorokan terjadi lebih dari 7 kali selama setahun. Atau radang tenggorokan terjadi 5 kali setahun dalam 2 tahun berturut-turut. Kedua, bila radang amandel terjadi dan menyebabkan pasien mengalami kejang demam. Kondisi ini bisa mengakibatkan dampak lebih buruk bila tak segera ditangani.
Ketiga, radang amandel menyebabkan obstruksi (penyempitan saluran nafas), sehingga pasien mengalami sesak nafas. Atau radang amandel ditengarai menjadi penyebab henti nafas anak saat tidur.
Keempat, bila radang amandel menimbulkan kesulitan makan dan minum, menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan pada anak-anak. Kelima, bila radang amandel dicurigai sebagai keganasan. Biasanya dikenali dengan pembesaran amandel yang tak sama antara kanan dengan kiri. Namun, khusus yang terakhir, biasanya terjadi pada orang dewasa.
Bila sejumlah pertimbangan ini terpenuhi barulah dokter akan mengambil langkah operatif sebagai pilihan terakhir. “Sebenarnya bila diobati secara tepat dengan antibiotik yang sesuai, selama 3-6 minggu 17 persen anak-anak yang direncanakan akan dioperasi batal, karena sudah membaik,” ujar Fauzan.
Untuk batas minimum hingga harus dilakukan tindakan operasi, Fauzan mengatakan, tak terbatas pada usia tertentu. Namun, umumnya operasi pengangkatan amandel dilakukan kepada anak di atas usia 6 tahun. “Pertimbangannya, karena jika operasi dilakukan pada anak dibawah usia tadi akan menyulitkan perawatannya pasca operasi,” tandas Fauzan.
Penting Dihindari Pasca Operasi Amandel
Jika belum lewat 3 sampai 5 hari pasca operasi amandel, dr. Fauzan menyarankan agar pasien menghindari mengonsumsi beberapa jenis makanan. Tujuannya, agar bekas operasi tak terangsang atau mengakibatkan pembuluh darah terbuka kembali.
1. Makanan yang panas.
2. Makanan dengan konsistensi padat, misalnya keripik.
3. Makanan berpewarna dan bergula buatan.
4. Makanan yang memiliki rasa pedas.

Saturday, December 31, 2011

Birokrasi di Belanda

Duuhhh dah sejak 23 November 2011 ijin tinggal ku di Belanda habis, tapi sampai sekarang, 31 Desember belum juga dapat pengganti yang baru. Setiap kali ditanya ke IND (De Immigratie- en Naturalisatiedienst)mereka selalu bilang tunggu saja, paling 3 minggu lagi akan datang surat untuk menyuruh kamu ngambil verbijft yang baru. heeuuhhh lamanya kerjanya IND ini. Gawat juga kalau misalkan mau keluar negeri, apalagi sebentar lagi kita mau liburan ke Spain, kalo sampai Verblijft nya belum kelar juga bisa-bisa batal nih pergi jalan2. 


Ternyata birokrasi di Belanda ini bener2 panjang dan nyebelin. semuanya lama. BElum lagi urusan internet kita yang di Papendrecht. Kontrak kita dengan KPN cuma sampai 23 september 2011. Sejak July kita sudah bilang ke KPN kalau kita tidak mau perpanjang lagi service internetnya, karena kita sdh pindah ke Schiedam. Ternyata sampai sekarang kita tetep ditagih untuk membayar iuran bulanan. Heuuhhh londooooo londooo kalo urusan duit aja cepat diurusin, tapi kalau sampai kehilangan duit dibuta njelimet sampai kita pasrah. 


Urusan asuransi kita yang minta dinaikkin preminya dalam sehari langsung jadi, sedangkan urusan KPN kita yang minta diterminasi kontraknya sampai sekarang ga kelar2. heeuuhh manusia maruk, aneh bgt orang-orangnya.

Friday, December 30, 2011

Mufid minta adek

Tiba-tiba pagi ini Mufid minta satu keinginan yang sangat berat untuk dipenuhi.
Mufid : Mama, Mufid pengeeeeeennnnn bgt punya adek laki-laki
Mama : kenapa, kan DD udah ada Adek Mufid
Mufid : tapi kan DD cewek, Fid pengeeennn adek cowok.
Mama : Enggak ah Fid, ntar nakalnya sama ama Fid, pusing mama
Mufid : Mufid janji kok Ma. ga nakal lagi, ntar Fid ajarin adek cowok Fid itu biar ga nakal juga, jadi mama ga pusing.
Mama : bingung, mau jawab apa lagi...............:-)

Kalo papa tahu percakapan ini, pasti Papa langsung pro Mufid, soalnya Papa pengen banget punya anak satu lagi, sedangkan mama "NO WAY" cukup dua saja. Yang penting kualitas, bukan kuantitas.

Kadang memang ada keinginan untuk punya anak lagi, tapi rasanya untuk hamil di negeri kincir angin ini kok rasanya berat banget. Semua urusan harus kita yang ngerjain sendiri, gimana kalo nanti aku hamil yang kerjaannya muntah2 terus, ga kuat masak. Pasti semuanya terlantar, haahhh ga kebayang kacaunya keaadaan selama 9 bulan hamil, belum lagi nanti kalo sudah melahirkan hiiiiiiiiiiiii repoooottt.

Yang bikin ga mau hamil lagi pelayanan kesehatan disini. Memang bagus, aku akui tapi semuanya harus ditindaklanjuti dengan yang alamiah, kalau melahirkan sebisa mungkin senormal2nya. kalau ga bisa keluar dipaksa dengan vakum ,tang haahhh ngeri deh.

Maafin Mama yaa Pa, Mufid.................ga mau mengikuti keinginan mu.

Thursday, December 29, 2011

Mie ayam

Mie Ayam + Bakso Wonogiri

Bagian 1: Resep dan metode pembuatan minyak bumbu

BAHAN:
  • 1 liter minyak goreng
  • 1 sendok makan ketumbar
  • 5 butir kemiri
  • 15 siung bawang putih
  • 5 siung bawang merah (besar, kalo pakai yang kecil gunakan 10 siung)
  • 2 batang sereh
  • 4 batang daun bawang
  • 1 ruas kunyit (sebesar kelingking)
  • 1 ruas laos (sebesar 2 jempol tangan, bisa diganti dengan 1 sendok makan laos bubuk)
  • 1 ruas jahe (sebesar jempol tangan)
  • 1 sendok makan merica bubuk (peres /tidak full)
  • 5 lembar daun salam
Langkah Pembuatan:

  • Haluskan ketumbar dan kemiri dan potong-potong bahan lainnya (bawang merah & putih, daun bawang, jahe, kunyit, sereh) untuk mempermudah penghalusan bumbu.
  • Giling semua bumbu tersebut (kecuali daun salam) menggunakan chopper.

  • Biasanya pada proses ini bahan-bahan tersebut agak susah halus.
  • Untuk mempermudah penggilingan bumbu sehingga didapatkan hasil yang halus, masukkan minyak goreng sekitar 2 sendok makan.

  • Goreng bumbu halus di dalam 1 liter minyak goreng, masukkan sedikit demi sedikit agar tidak meluap.
  • Goreng sampai bumbu mengering dan berwarna kecoklatan.

  • Saring minyak untuk memisahkan bumbu goreng (ampas) tadi dengan minyaknya. Setelah minyak dingin, simpan Minyak akan dipakai sebagai minyak sayur (minyak bumbu) sedangkan bumbu dalam botol.
  • Goreng (ampas) digunakan untuk memasak ayam.

Bagian 2: Memasak Ayam
BAHAN:

  • 1 dada ayam fillet
  • 4 potong paha ayam lengkap (atas-bawah)
  • 1 kotak jamur merang ( champignon) berat 400 gram, boleh lebih atau kurang sesuai selera
  • 5 sendok makan kecap manis
  • 3 sendok makan saus tiram
  • 1 sendok makan garam
  • 1 sendok makan gula pasir
  • 1 sendok makan merica bubuk
  • Daun bawang, daun jeruk
  • Bumbu goreng dari proses pembuatan minyak sayur. Jika lain kali tidak sedang membuat minyak sayur sehingga bumbu goreng ini tidak tersedia maka bisa digunakan minyak sayur sebanyak 7 (lima) sendok makan.
Langkah Pembuatan:

  • Potong-potong ayam ukuran dadu sekitar 1 cm dan jamur merangnya

  • Bumbu goreng (ampas) sebagai bahan dasar untuk bumbu ayam.
  • Rebus bumbu goreng dalam 1 liter air sekitar 15 menit.

  • Saring hasil rebusan bumbu tersebut, ambil airnya dan buang ampasnya.
  • Masukkan potongan ayam dan jamur terlebih dahulu. Aduk rata 5-10 menit, kemudian masukkan potongan daun bawang dan daun jeruk.

  • Terakhir, masukkan merica bubuk, gula pasir, garam, kecap manis dan saus tiram. Rebus hingga asat (kurang tahu bahasa Indonesia-nya).
  • Inilah hasil akhirnya.

BAKSO WONOGIRI (3 ETCS)
Resep dan metode pembuatan bakso

BAHAN UNTUK 1 KALI GILINGAN (1/4 kg daging):
  • 1/4 kg daging tanpa lemak (bisa daging sapi, ayam, atau ikan)
  • Sekitar 50 gr tepung tapioka (= 3 sendok makan full)
  • 2 siung bawang putih
  • Putih telur dari 1 butir telur
  • 1 sendok teh garam (peres)
  • 1/2 sendok teh merica bubuk
  • Penyedap secukupnya, sedikit aja (bisa pakai kaldu blok atau vetsin (= 1/2 sendok teh))
  • Sekitar 25 cc air es/dingin (= 2-3 sendok makan), kalau kurang nanti bisa ditambahkan saat penggilingan, sedikit demi sedikit.

  • Potong-potong daging kecil-kecil untuk memudahkan penggilingan.
  • Masukkan semua bahan bakso ke dalam chopper ini (daging potong, putih         telur, garam, potongan bawang putih, merica bubuk, penyedap/kaldu, air es).

  • Tutup, pasang motornya dan giling sampai halus. Coba jalankan chopper sekitar 1 menit dahulu dan cek. Jika adonan terlalu kaku tambahkan air es sedikit demi sedikit dan giling lagi. Hasil akhir seperti gambar diatas.
  • Siapkan air hangat/panas dalam panci yang akan digunakan untuk merebus bakso.
  • Jangan lupa cuci tangan sampai bersih. Ambil adonan pakai tangan kiri sementara tangan kanan pegang sendok.
  • Celupkan/basahi sendok dengan air dingin agar adonan tidak lengket ke sendok (dilakukan setiap adonan terasa nempel di sendok) sewaktu membentuk bulatan bakso.Remas (“diplotot” kata orang Jawa) adonan yang di tangan kiri tadi dan ambil dengan sendok, adonan yang keluar dari lingkaran yang terbentuk oleh jari telunjuk dan jempol. Untuk langkah ini diperlukan pembiasaan agar bentuk bakso bisa bulat.
  • Masukkan bakso tadi ke panci berisi air hangat yang telah disiapkan, lakukan sampai semua adonan telah menjadi bulatan.
  • Rebus bakso. Diperlukan waktu sekitar 10-15 menit dari saat air mendidih sampai bakso matang. Sebenarnya bisa ditandai dari mengapungnya bakso sebagai pertanda telah matang.
Catatan: pada proses perebusan ini akan terbentuk buih-buih di permukaan air, buang buih-buih ini menggunakan sendok agar air rebusan tidak meluap­luap. Air sisa rebusan bakso bisa dimanfaatkan untuk kuah.

  • Angkat dan tiriskan.
  • Jika bakso yang dibuat dirasa terlalu banyak untuk dikonsumsi sekali, setelah bakso dingin bisa dilakukan penyimpanan dengan memasukkan dalam plastik (gunakan plastik bening agar tidak bau) dan kemudian masukkan ke freezer. Asal pembekuannya baik bisa tahan lebih dari seminggu. Saat akan mengkonsumsinya kembali cukup rendam dengan air hangat sampai lunak kembali, dan rebus lagi dalam kuah bakso.

PENYAJIAN MIE AYAM + BAKSO WONOGIRI (1 ETCS)
Bumbu untuk 1 porsi makan
  • 2 sendok makan minyak sayur dari proses di atas.
  • 1/2 sendok teh garam.
  • 1 sendok teh kecap manis.
  • 1/4 sendok teh vetsin (bagi yang tidak suka bisa tidak memakainya).

  • Rebus mie kuning: segala mie telor bisa dipakai. Untuk di Belanda yang cukup cocok adalah Chinese Eirenmie buatan Conimex. Hasil terbaik akan didapatkan jika menggunakan mie basah, dan untuk itu tersedia Mie Ramen (ada di Xotus (Oriental group), buatan Singapore dan ada label halal-nya), tapi harganya lebih mahal.
  • Kemudian tiriskan.

  • Aduk semua bumbu dalam mangkok/piring sementara mie direbus.
  • Campurkan mie dengan bumbu dalam mangkok/ piring.
  • Tambahkan ayam dan bakso di atasnya dan tambahkan sekitar air yang tersisa di rebusan ayam untuk mendapatkan kuah yang gurih.
  • Tambahkan sayuran, bisa: sawi, pakcoy atau kol. Tambahkan bawang goreng. Jika suka tambahkan pula irisan daun bawang.
  • Untuk kuah bisa menggunakan air kaldu atau air putih biasa yang mendidih secukupnya.
  • Bagi penggemar makanan pedas bisa ditambahkan sos sambal, atau hasil ulegan cabe merah.
Inilah hasil akhir Mie Ayam + Bakso Wonogiri
Note:
Bumbu minyak (minyak sayur) biasanya berlebih. Bisa disimpan untuk membuat mie ayam berikutnya sehingga tidak perlu menyiapkan bumbu seperti proses di atas lagi. Untuk memasak ayam, bumbu goreng (ampas dari pembuatan minyak sayur) bisa diganti dengan bumbu minyak tersebut.

SELAMAT MENCOBA!!!

Hidup

Hidup........................memang harus dinikmati disetiap detiknya, karena kita tidak bs mengulangi waktu yang telah berlalu. PAda dasarnya kehidupan manusia ini terbagi atas 5 fase. Ini kata-kata yang aku dapat dari hasil obrolan aku dengan ibuku tersayang melalui telpon. Aku tidak bisa untuk tidak menelpon Ibu/Pa melebihi seminggu. Minimal sekali seminggu aku harus menelpon mereka. Mulai dari cerita apa saja sampai cerita yang rada2 serius.

Waktu itu aku bertanya ke Ibu, ngapain aja ibu di rumah berdua aja sama Apa? yaahh ibu menjawab, yaaa sholat, ke mesjid, baca alquran. yaaahh itulah Ibu dan Apa, masuk fase berdua sekarang dan mempersiapkan diri untuk masuk ke Fase sendiri. Aku mulai berpikir apa maksud dari perkataan Ibu ini. yaahh beginilah hasil kesimpulan ibuku.

Fase pertama adalah : Fase sendiri. Selama 9 bulan kita sendiri di dalam rahim ibu.
Fase kedua adalah : Fase berdua dengan pasangan kita sebelum kita punya keturunan.
Fase ketiga adalah : Fase rame-rame dengan anak-anak kita. Canda tawa sedih marah semuanya heboh pada fase ini.
Fase keempat adalah : Fase berdua lagi dengan pasangan kita setelah anak-anak kita dewasa dan mereka mempunyai keluarga masing-masing. Nah inilah fase yang sedang dijalanin kedua orangtuaku tercinta.
Fase kelima adalah : Fase sendiri lagi, dimana kita harus berpisah dengan pasangan kita tinggal di alam yang lain yaitu alam barzah.

Untuk itulah kita harus menikmati semua fase kehidupan kita ini dengan sebaik-baiknya. Aku emngeluh ke Ibu karena kadang capek ngurus anak-anak, mereka rewel, nakal, ga mau makan, suka stress sendiri. Ibuku ngasih nasehat, nikmatilah semuanya Nak. Ga akan terulang lagi waktunya. Sekarang Mufid umur 5 tahun, sebentar lagi dia sudah mulai menjadi ABG ga mau lagi ikut kemana2, dia sudah punya dunia sendiri dan mungkin ga sampai 15 tahun lagi dia akan meninggalkan kamu, meneruskan kuliahnya ke kota lain atau benua lain. pasti kamu akan merindukan saat2 sekarang ini. Seperti Ibu/Apa sekarang, ingin sekali kalian semuanya ngumpul  di satu kota, ga berjauhan seperti sekarang. Tapi keinginan itu cuma tinggal keinginan, ga akan mungkin terwujud, karena kalian punya cita-cita sendiri juga.



Makanya nikmatilah kehidupan sekarang di fase manapun engkau berada anakku.

I love U Ibu/Apa.